INTEROPERABILITY DALAM KEBIJAKAN ZERO ACCIDENT TNI AU

Samsul Rizal, Safril Hidayat

Abstract


Kebijakan zero accident merupakan program prioritas TNI AU untuk mengurangi kecelakaan (accident) dan insiden (incident) dalam operasional pesawat TNI AU. Implementasi kebijakan dapat menekan jumlah kecelakaan maupun insiden yang dapat menimbulkan korban jiwa dan Alutsista TNI AU. Namun demikian, implementasi kebijakan masih dilakukan secara manual sehingga belum dapat diwujudkan interoperability dalam implementasi kebijakan tersebut. Dengan menggunakan pendekatan interoperability business process dilakukan analisis terhadap implementasi kebijakan zero accident. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan sumber data primer melalui narasumber terpilih (purposive sampling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan dengan menggunakan sistem yang interoperability dalam kebijakan zero accident belum dilakukan oleh sub organisasi TNI AU. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan aplikasi agar dapat mewujudkan interoperability dalam pelaksanaan kebijakan zero accident.

Kata Kunci : kebijakan, interoperability, zero accident


Full Text:

PDF

References


AGIMO (Australian Government Information Management Office). 2007. Performance Indicator Resource Catalogue. Australia: Department of Finance and Administration.

Colling, David A. 1990. Industrial Safety Management & Technology. New Jersey : Prenctice Hall.

Dye, Thomas R. 1975. Understanding Public Policy. Second Edition. Englewood Cliff, N.J.: Printice-Hall.

Dunn, William N. 2003. Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Edisi 2. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Dislambangjaau. 2019. Program Kerja dan Anggaran Dislambangjaau tahun 2016. Jakarta: Dislambangjaau.

Fayol, Henry. 1998. General and Industrial Management. Philadelphia: Pitman.

Hasibuan, Malayu S.P. 2016. Manajemen Sumber Daya Manusia. Edisi Revisi. Jakarta: Penerbit PT Bumi Aksara.

Heinrich, William Herbert. 1931. Industrial Accident Prevention. London: McGrawHill Publishing Co.

Kubicek, H., Cimander, R., & Scholl, H.J. 2011. Organizational Interoperability in E-government: Lesson from 77 European Good Practice Cases. New York: Springer-Verlag Berlin Heidelberg.

Lai, Emily R. 2011. Collaborations: A Literature Review. New York: Pearson.

Mabesau. 2016. Buku Petunjuk Teknis TNI AU tentang Penyelenggaraan Kelaikudaraan Pesawat Udara. Jakarta: Mabesau.

Miles, M.B., Huberman, A.M, dan Saldana, J. 2014. Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook. Third Edition. USA: Sage Publications. Terjemahan Tjetjep Rohindi Rohidi. Jakarta: UI-Press.

Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Winarsunu, T. 2008. Psikologi Keselamatan Kerja. Malang: UMM Press.

Winarno, Budi. 2007. Kebijakan Publik: Teori dan Proses. Yogyakarta: Med Press (Anggota IKAPI).

Jurnal

Whitford, Andrew B., Soo-Young Lee, Taesik Yun & Chan Su Jung. 2010. “Collaborative Behavior and The Performance of Government Agencies”. International Public Management Journal. Vol. 13. No.4. hlm.

Website

“Tragedi Hercules, Jokowi Minta Modernisasi Persenjataan”, dalam https://fokus.tempo.co/read/1002212/tragedi-hercules-jokowi-minta-modernisasi-persenjataan, diakses pada 7 November 2019.

Lain-lain

Doktrin TNI Tri Dharma Eka Karma. Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/555/VI/2018, tanggal 6 Juni 2018.

Keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Nomor: Kep/571/X/2012 tentang Doktrin TNI Angkatan Udara Swa Bhuwana Paksa.

Konvensi Penerbangan Paris 1919.

Konvensi Chicago 1944. The Chicago Convention on International Civil Aviation 1944.

Undang-Undang RI Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan.




DOI: http://dx.doi.org/10.33172/jpbh.v10i1.826

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Copyright (c) 2020 Jurnal Pertahanan & Bela Negara

View My StatCounter