TRILATERAL COOPERATION ARRANGEMANT SEBAGAI STRATEGI PERTAHANAN INDONESIA DALAM PENANGGULANGAN ANCAMAN ASIMETRIS DI KAWASAN ASIA TENGGARA

Luh Putu Ika Primayanti, Tri Legionosuko, Surryanto Djoko Waluyo

Abstract


Perkembangan lingkungan strategis berdampak pada pesatnya perkembangan ancaman asimetris. Kawasan Asia Tenggara merupakan salah satu yang menghadapi ancaman ini. Indonesia sebagai salah satu negara di Kawasan Asia Tenggara melakukan kerja sama Trilateral Cooperation Arrangement untuk menangkal ancaman asimetris khususnya di Laut Sulu. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis strategi Trilateral Cooperation Arrangement sebagai strategi pertahanan Indonesia dalam penanggulangan ancaman asimetris di Kawasan Asia Tenggara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan teori ilmu pertahanan, konsep strategi, counter terrorism, asymmetric warfare,
kerja sama pertahanan, cooperative security, dan deterrence theory. Hasil dari penelitian ini dapat dibagi menjadi tiga yaitu pertama, ancaman asimetris yang terjadi di Asia Tenggara khususnya Laut Sulu terus berkembang dan secara khusus dibagi menjadi terorisme; kejahatan transnasional yaitu perompakan bersenjata dan penculikan untuk tebusan; serta migrasi ilegal. Kedua, dalam
pelaksanaannya, Trilateral Cooperation Arrangement (TCA) di Laut Sulu terdiri dari Patroli Laut Terkoordinasi (Coordinated Sea Patrol), Patroli Udara (Air Patrol), Pertukaran Informasi dan Intelijen (Information and Intelligent Sharing) dan Latihan Darat Bersama (Land Exercise). Keempat patroli tersebut merupakan kerja sama strategis yang merupakan suatu kesatuan sehingga tidak
dapat dipisahkan perbagian atau fungsinya. Namun dalam pelaksanaannya, terdapat peluang dan tantangan yang perlu menjadi perhatian baik pengampu kebijakan atau pihak operasional. Ketiga, Trilateral Cooperation Arrangement merupakan strategi yang dapat menanggulangi ancaman asimetris yang terjadi di Kawasan Asia Tenggara khususnya di Laut Sulu sejak tahun 2016-2018,
namun di tahun 2019 ancaman asimetris di Laut Sulu mengalami peningkatan. Adapun strategi yang digunakan adalah menggunakan kerja sama pertahanan serta menggunakan soft power maupun hardpower yang memberikan efek deterrence kepada pelaku ancaman asimetris. Selain itu, memperkuat kerja sama Kementerian dan Lembaga sebagai pembuat kebijakan, serta TNI dan
pemerintah daerah sebagai pelaksana operasional serta aturan pendukung seperti aturan prosedur operasional.

Kata Kunci : ancaman asimetris, strategi, Trilateral Cooperation Arrangement (TCA)


Full Text:

PDF

References


Buku

Arfiani, N & Ojak, R. 2014. Terorisme, Insurjensi, dan Peperangan Cyber:Kajian Kritis Peperangan Asimetris. Makassar: Dapur Buku.

Bakry,Umay. 2017. Dasar-dasar Hubungan Internasional. Depok: Kencana.

Budiarjo, M. 2008. Dasar – Dasar Ilmu Politik. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama.

Buffaloe, David L. 2006. Defining Asymmetric Warfare. Virginia: The Institute of Land Warfare.

Bungin, B. 2003. Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo.

Chalk, P. 2002. Terrorism in Southeast Asia: Springboard for International Terrorist Attacks. University of Colorado Denver.

Charles, L. 2015. Returning Foreign Fighters: Criminalization or Reintegration. Washington: Brookings Institution.

Cipto, B. 2010. Hubungan Internasional di Asia Tenggara. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Cottey, A & Anthony, F. 2004. Reshaping Defence Diplomacy: New Roles for Military Cooperation and Assistance. UK: Oxford University Press.

Creswell, J. 2014. Research Design, Qualitative, Quantitative, and Mixed Method Approaches. California: SAGE Publications.

Daoed Joesoef. 2014. Studi Strategi: Logika Ketahanan Nasional dan Pembangunan Nasional. Jakarta: Gramedia Kompas

Fatlolon. 2016. Masalah Terorisme Global. Yogyakarta: KANISUS.

Frans-Paul, P. 2015. Deterrence as a Security Concept Against Non-Tradition Threats. Netherlands: Clingendael.

Giorgi, A. 2009. The descriptive phenomenological method in psychology: A modified Husserlian approach. Pittsburg: Duquesne University.

Harry R, Yarger. 2006. Strategic Theory for the 21st Century: The Little Book on Big Strategy. Pennsylvania: U.S. Army War College.

Harvey, J. 1997. Conventional Deterrence and National Security. Australia: Air Power Study Center.

Hatta, M. 1951. Mendajung Antara Dua Karang. Jakarta: Kementerian Penerangan

Holsti, K. 1998. Politik Internasional, Kerangka untuk Analisis, Jilid II (Terjemahan M. Tahrir Azhari). Jakarta: Erlangga.

Houghton Mifflin Company. 2000. The American Heritage Dictionary of the English Language. Houghton Mifflin Company: New York.

Joint Warfare of the Army Forces of the United States. 1995. Asymmetric Warfare. Washington DC: Government Printing Office.

Kementerian Pertahanan Indonesia. 2019. Laporan Traffic of Undocumented Citizens di Wilayah Perbatasan Indonesia-Filipina. Jakarta: Kementerian Pertahanan Indonesia.

---------. 2018. WIRA: Media Informasi Kementerian Pertahanan. Jakarta: Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

----------. 2016. Buku Doktrin Pertahanan Negara. Jakarta: Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

----------. 2015. Buku Putih Pertahanan Negara. Jakarta: Kementerian Pertahanan Republik Indonesia.

----------. 2015. Strategi Pertahanan Negara. Jakarta: Kementerian Pertahanan Republik Indonesia

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. 2015. Rencana Strategis 2015-2019. Jakarta

Khoo, N. 2004. Deconstructing the ASEAN Security Community: a Review Essay. Jepang: Oxford University Press and Japan Association of International Relation

Lykke Jr. Arthur. 2010. Military Strategy: Theory and Application. Pennsylvania: U.S. Army War College.

Makarenko, F. 2009. The Crime-Terror Continuum: the Interplay between Transnational Organised Crime and Terrorism. Global Crime Inc : USA.

Maleong, L. 2011. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Miles, M dan Huberman, A. 2014. Analisis Data Kualitatif, Buku sumber tentang metode- metode baru. Jakarta: Universitas Indonesia Press

Nasution. 1996. Metode Research (Penelitian Ilmiah). Jakarta:Bumi Aksara.

Paul, G. 2007. Force and Statecraft: Diplomatic Challenges of Our Time. New York: Oxford University Press.

Sugiyono. 2014. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabet.

Sulistyaningtyas. 2015. Sinergitas Paradigma Lintas Sektor di Bidang Keamanan dan Keselamatan Laut. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Supriyatno, M. 2014. Tentang Ilmu Pertahanan. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Tan, A. 2015. A Handbook of Terrorism and Insurgency in Southeast Asia. Edward Elgar Publishing Limited: UK.

Tim Penyusun. 2019. Buku Pedoman Thesis dan Desertasi Universitas Pertahanan. Jakarta: Unhan Press

Tim Pokja Pertahanan dan Keamanan. 2018. Materi Pokok Bidang Studi Pertahanan Keamanan 2018. Jakarta:Lemhanas.

Pavlovic. 2009. Global Connections: Terrorism ans Security. Infobase Publishing: New York.

Tippe, S. 2016. Ilmu Pertahanan: Sejarah, Konsep, Teori dan Implementasi. Jakarta: Salemba Humanika.

Thornton, R. 2007. Asymmetric Warfare. Cambridge: Polity Press.

United Nations Office on Drugs and Crime. 2018. Investigation, Prosecution and Adjudication of Foreign Terrorist Fighter Cases for South and South-East Asia. Vienna: United Nation Office.

Jurnal

Akbar, A. 2013. “ADMM plus EWG on CTx 2013: Urgensi Kerjasama Pertahanan ASEAN dalam Penanggulangan Terorisme”. Majalah WIRA. Edisi Khusus.

Anwar, S. 2014. “Peran Diplomasi Pertahanan Dalam Mengatasi Tantangan di Bidang Pertahanan”. Jurnal Pertahanan: Diplomasi Pertahanan. Vol. 4. No. 2.

Atole, R dan Constantine, L. 2017. “Eyes in the Sky: A Review of Civilian Unmanned Aerial Vehicles (UAVs)”. International Journal of Computer Applications (0975-8887). Vol.173. No.6.

Borelli, M. 2017. “ASEAN Counter-Terrorism Weaknesses”. Counter Terrorist Trends and Analyses. Vol.9. No.9.

Emmers, R. 2009. “Comprehensive Security and Resilience in Southeast Asia: ASEAN’s Approach to Terrorism”. The Pacific Review. Vol. 22. No.2.

Febrica, S. 2014. “Securing the Sulu-Sulawesi Seas from Maritime Terrorism a Troublesome Cooperation?” Terrorism Research Initiative. Vol.8. No.3.

Galamas, Fransisco. 2015. “Terrorism in Indonesia: An Overview”. Research Papers. No.4.

Halina, L. 2011. “Menyoroti Prinsip Non-Intervensi ASEAN”. Multiversa: Journal of International Studies. Vol.1. No.1.

Kibtiah. 2016. “Mobilizations and Movements of Foreign Fighters from Southeast Asia to Syria and Iraq”. Journal of ASEAN Studies. Vol.4. No.1.

Long, David. 2017. “Countering Asymmetric Warfare in the 21st Century: A Grand Strategic Vision”. Strategic Insights.

Mack, A. 1975. “Why Big Nations Lose Small Wars: The Politics of Asymmetric Warfare”. World Politics. Vol. 27. No. 2.

Masmuhah. 2017. “(FTFs) Foreign Terrorist Fighter in Indonesia”. Social Science, Education and Humanities Research (ASSEHR). Vol.129.

Namora, G. 2016. “Peran ASEAN Convention on Counter Terrorism dalam Penanganan Terorisme di Filipina Periode 2011-2013”. Journal of International Relations. Vol. 2. No. 4.

Schmid, P. 2016. “Links Between Terrorism and Migration”. International Centre for Counter-Terrorism.

Solechah, S. 2012. “Kontroversi Rancangan Undang-Undang tentang Keamanan Nasional. Jurnal Info Singkat Pemerintahan Dalam Negeri. Vol.4. No. 20.

Storey, I. 2018. “Trilateral Security Cooperation in the Sulu-Celebes Seas: A Work in Progress”. Perspective. No.48.

Suprapto. 2018. “Aksi Terorisme: Dari Gerakan Ideologis ke Gerakan Inskonstitusional”. Jurnal Sosiologi USK. Vol.12. No. 2.

Suryadi, M dan Timur, C. 2018. “Fronting the Return of Foreign Terrorist Fighter: The Rise and Fallen of ASEAN Border Cooperation to Combat Non-Traditional Threats”. Jurnal Hubungan Internasional. Vol.7. No.1.

Wee, Yau. 2017. “Maritime Terrorism Threat in Southeast Asia and Its Challenges. Journal of the Singapore Armed Forces. Vol.43. No.2.

Wijaya, S. 2017. “Usaha Malsindo Trilateral Coordinated Patrol dalam Menangani Perampokan Bersenjata di Selat Malaka”. Journal of International Relations. Vol.3. No.4.

Wilson, B. 2009. “Responding to Asymmetric Threat in the Maritime Domain: Diplomacy, Law, and Naval Operations”. Maritime Affair. Vol. 5. No. 2.

Undang – Undang

Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2012 tentang Pengesahan ASEAN Convention on Counter Terrorism.

Undang–Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

Website

Andaya, B, “Introduction to Southeast Asia”, dalam https://asiasociety.org/education/introduction-southeast-asia, diakses pada 3 Desember 2019

AMMTC, “ASEAN Plan of Action in Combating Transnational Crime (2016-2015)”, dalam https://asean.org/storage/2012/05/ASEAN-Plan-of-Action-in-Combating-TC_Adopted-by-11th-AMMTC-on-20Sept17.pdf, diakses pada 30 Oktober 2018.

ASEAN, “Asean Convention on Counter Terrorism” dalam https://asean.org/?static_post=asean-convention-on-counter-terrorism, diakses pada 29 Oktober 2018.

ASEAN, “ASEAN Political-Security Community Bluepritnt 2015”, dalam https://www.asean.org/wp-content/uploads/2012/05/ASEAN-APSC-Blueprint-2025.pdf, diakses pada 3 Desember 2019.

ASEAN Community, “Fact Sheet-ASEAN Community”, dalam https://asean.org/storage/2012/05/7.-Fact-Sheet-on-ASEAN-Community.pdf, diakses pada 30 Nopember 2019.

Benedetta, 2017, “ASEAN’s anti-terror coordination problem”, dalam https://globalriskinsights.com/2017/10/asean-anti-terror-coordination-problem/, diakses pada 30 Nopember 2019.

Brahma, R, “National Security and Terrorism: An Observation of India and Canada”, dalam https://www.academia.edu/10107935/Terrorism_and_Counter-terrorism, diakses pada 30 November 2018.

Chandran, N, “Forget Trump and China, Piracy in the Sulu Sea is a Fresh Threat to Asia Trade”, dalam https://www.cnbc.com/2016/11/22/forget-trump-china-sulu-sea-piracy-is-threat-to-asia-trade.html, diakses pada 30 November 2018.

El-Said, H, “Enhancing the Understanding of the Foreign Terrorist Fighters Phenomenon in Syria”, dalam http://www.un.org/en/counterterrorism/assets/img/Report _Final_20170727.pdf, diakses pada 2020 Oktober 2019.

Frasco, J, “Transnational Security in the Sulu Sea: Something New or Something Old?”, dalam https://centreasia.eu/en/transnational-security-in-the-sulu-sea-something-new-or-something-old-joseph-franco-2/, diakses pada 29 November 2018.

Gerstl, Alfred, “The Depoliticization and “ASEANization” of Human Security in Southeast Asia: ASEAN’s Counter-Terrorism and Climate Change Policies”, dalam http://www.eisa-net.org/eisa-net.org/be-bruga/eisa/files/events/stockholm/Gerstl_Depoliticization%20and%20ASEANization%20of%20Human%20Security.pdf, diakses pada 29 November 2018.

Gomez, J, “Abu Sayyaf got $7.3 million from kidnappings”, dalam https://www.thejakartapost.com/seasia/2016/10/27/abu-sayyaf-got-73-million-from-kidnappings-.html, diakses pada 3 Desember 2019.

Grange, D, “Asymmetric Warfare: Old Method, New Concern, National Strategy Forum Review”, dalam https://trove.nla.gov.au/work/54644112?q&versionId=67611767, diakses pada 11 Desember 2018.

Kementerian Luar Negeri RI, “Masyarakat ASEAN: Aman dan Stabil, Keniscayaan bagi ASEAN”, dalam https://www.kemlu.go.id/Majalah/ASEAN%20Edisi8-All.pdf, diakses pada 29 November 2018.

Kementerian Luar Negeri RI, “Laporan Kinerja Tahun 2015 KBRI Manila”, dalam http://www.kemlu.go.id/manila/id/tentangperwakilan/Documents/LKJ%202015.pdf, diakses pada 14 Februari 2019.

Permanasari, S, “Perkembangan Terorisme di Asia Tenggara dan Relevansinya denganKebijakan Keamanan”, dalam Retrieved from repository.unpas.ac.id, diakses pada 3 Juli 2019.

PT Pindad, “Kontribusi Berkelanjutan untuk Kemandirian Alutsista Indonesia”, dalam https://www.pindad.com/downloads/article/ar2016pindad_low4.pdf, diakses pada 18 Juni 2019.

Rabasa, A, “Non-Traditional Threats and Maritime Domain Awareness in the Tri-Border Area of Southeast Asia”, dalam https://www.rand.org/content/dam/rand/pubs/occasional_papers/2012/RAND_OP372.pdf, diakses pada 13 Desember 2019.

Ramadhan “Perang Asimetris, Ancaman Keamanan Negara yang Wajib Diwaspadai Menurut Panglima TNI”, dalam https://www.asumsi.co/post/perang-asimetris-ancaman-keamanannegara-yang-diwaspadai-panglima-tni, diakses pada 3 Juli 2019.

ReCAAP ISC, “Annual Report 2018: Piracy and Armed Robbery Against Ship in Asia”, dalam http://www.recaap.org/resources/ck/files/reports/annual/ReCAAP%20ISC%20Annual%20Report%202018.pdf, diakses pada 12 Desember 2019.

Sumirat, C, “Kepala BNPT: Seluruh Negara ASEAN Harus Bersatu Lawan Terorisme”, dalam https://nasional.sindonews.com/read/1225238/14/kepala-bnpt-seluruh-negara-asean-harus-bersatu-lawan-terorisme-1501331158, diakses pada 24 April 2019.

Suastha, R, “RI Harapkan ASEAN Bisa Redam Konflik Lewat Rekonsiliasi”, dalam https://www.cnnindonesia.com/ernasional/20180201161506-106-273231/ri-harapkan-asean-bisa-redam-konflik-lewat-badan-rekonsiliasi, diakses pada 24 April 2019.

United Nations Office on Drugs and Crime, “Investigation, Prosecution and Adjudication of Foreign Terrorist Fighter Cases for South and South-East Asia”, dalam https://www.unodc.org/documents/terrorism/Publications/FTF%20SSEA/Foreign_Terrorist_Fighters_Asia_Ebook.pdf, diakses pada 18 Juni 2019.

Vaughn, B, “Terrorism in Southeast Asia”. Congressional Research Service, dalam https://fas.org/sgp/crs/terror/RL34194.pdf, diakses pada 18 Juni 2019.




DOI: http://dx.doi.org/10.33172/jpbh.v10i1.825

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Copyright (c) 2020 Jurnal Pertahanan & Bela Negara

View My StatCounter