KONFLIK AGRARIA DAN DISINTEGRASI BANGSA: TANTANGAN KEAMANAN NASIONAL INDONESIA

Erlinda Matondang

Abstract


Di beberapa negara, perpecahan terjadi karena politisasi terhadap perbedaan yang pada awalnya justru mendasari terbentuknya suatu negara. Indonesia merupakan negara dengan keanekaragaman suku, ras, dan agama. Sebagai negara yang mempunyai keanekaragaman masyarakat, Indonesia sangat rentan terhadap berbagai konflik, salah satunya adalah konflik agraria. Penulisan artikel ini bertujuan untuk melihat hubungan antara konflik agraria dan disintegrasi bangsa serta posisinya dalam sistem keamanan nasional Indonesia. Dengan kata lain, objek dari artikel ini adalah hubungan antara konflik agraria dan disintegrasi bangsa serta posisi keduanya dalam sistem keamanan nasional Indonesia. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan data sekunder yang diperoleh melalui studi pustaka. Hasil pengamatan dalam artikel ini menunjukkan bahwa konflik agraria dapat memicu perpecahan di antara masyarakat dan menurunkan legitimasi terhadap pemerintah. Peluang disintegrasi atau perpecahan yang disebabkan oleh konflik agraria ditentukan oleh dimensi subjek-objek dan kebijakan pemerintah. Selain itu, konflik agraria dapat ditempatkan sebagai salah satu ancaman terhadap keamanan nasional Indonesia. Setidaknya ada empat alasan untuk menarik kesimpulan ini, yaitu subjek dan objek konflik merupakan bagian dari komponen fisik negara yang harus dijaga, tumpang-tindih kebijakan (komponen institusional negara) yang menjadi salah satu penyebab munculnya konflik, adanya isu SARA, dan sikap anarkhis yang kerapkali dianggap sebagai solusi terbaik.

Kata Kunci : agraria, disintegrasi, keamanan nasional, konflik


Full Text:

PDF

References


Buku

Buzan, Barry. 1983. People, States, and Fear 2nd Edition: An Agenda for International Security Studies in the Post Cold War Era. Sussex: Wheatsheaf Book, Ltd.

Departemen Pertahanan Republik Indonesia. 2008. Buku Putih Pertahanan Indonesia 2008. Jakarta: Departemen Pertahanan Republik Indonesia.

Galtung, Johan. 1958. Theories of Conflict: Definitions, Dimensions, Negations, and Formations. Colombia: Colombia University.

Konsorsium Pembaruan Agraria. 2018. Catatan Akhir Tahun 2018: Masa Depan Reforma Agraria Melampaui Tahun Politik. Jakarta: Konsorsium Pembaruan Agraria.

Jurnal

Cahyono, Heru. 2008. “The State and Society in Conflict Resolution in Indonesia (Conflict Area of West Kalimantan and Central Kalimantan)”. Journal of Indonesian Social Science and Humanities. Vol. 1.

Website

CNBC Indonesia, 7 November 2019, “Wamen ATR Buka-bukaan Soal Tumpang Tindih Lahan dan Mafia Tanah”, dala, https://www.cnbcindonesia.com/profil/20191106155628-41-113177/wamen-atr-buka-bukaan-soal-tumpang-tindih-lahan-mafia-tanah, diakses pada 8 November 2019.

Kantor Staf Kepresidenan, “KSP Siap Bantu DPRD Kabupaten se-Indonesia Selesaikan Konflik Agraria”, 30 Agustus 2018, dalam http://ksp.go.id/ksp-siap-bantu-dprd-kabupaten-se-indonesia-selesaikan-konflik-agraria/, diakses pada 25 September 2019.

Lupito, A, “Konflik Pengelolaan Wisata Pantai di Kabupaten Malang dipastikan Berlanjut, Berikut Akar Persoalannya”, dalam https://www.malangtimes.com/baca/32154/20181013/232400/konflik-pengelolaan-wisata-pantai-di-kabupaten-malang-dipastikan-berlanjut-berikut-akar-persoalannya, diakses pada 8 November 2019.

Paszkiewicz, J. 2018. “Factors affecting disintegration and integration processes in the Balkans

after the Cold War”, dalam https://www.researchgate.net/publication/324390478_Factors_affecting_disintegration_and_integration_processes_in_the_Balkans_after_the_Cold_War.

Portal Informasi Indonesia. (n.d.), ‘Suku Bangsa”, dalam https://www.indonesia.go.id/profil/suku-bangsa, diakses 14 September 2019.

Surat Kabar

Azra, Azyumardi, “Pidana Kebencian”, Kompas, 29 Agustus 2019.

Makalah

Vaccaro, Matthew. 2015. “Conflict Prevention and Resolution”. Defence Diplomacy Short Course di Naval Postgraduate School, Monterey, pada 29 Juli 2015.




DOI: http://dx.doi.org/10.33172/jpbh.v9i3.635

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Copyright (c) 2019 Jurnal Pertahanan & Bela Negara

View My StatCounter