EFEKTIVITAS PROGRAM DERADIKALISASI BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN TERORISME TERHADAP NARAPIDANA TERORISME DI INDONESIA

Jerry Indrawan, M. Prakoso Aji

Abstract


Program deradikalisasi sudah berjalan di Indonesia sejak tahun 2012. Program ini menggunakan paradigma pencegahan dalam implementasi kebijakan-kebijakan yang dihasilkannya. Selama tujuh tahun pelaksanaannya, deradikalisasi mengalami cukup banyak tantangan dan hambatan. Sejauh ini, banyak kritik dialamatkan terhadap program deradikalisasi. Kritik-kritik, seperti terkait kurangnya anggaran, fasilitas di lapas, materi deradikalisasi yang diberikan kepada napi terorisme, bagaimana program kelanjutan pasca deradikalisasi, sampai pada persepsi masyarakat terhadap program ini yang cenderung tetap menghadirkan penolakan bagi eks narapidana terorisme setelah kembali ke masyarakat. Masalah-masalah ini muncul dan menjadi hambatan bagi efektivitas program deradikalisasi. Teori yang digunakan dalam tulisan ini adalah teori deradikalisasi dan teori efektivitas. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan analisis yang bersifat deduktif dan konseptual, serta cara pengumpulan data adalah melalui studi pustaka. Atas dasar itulah, artikel ini ingin melihat efektivitas program deradikalisasi yang dilakukan oleh BNPT terhadap narapidana terorisme di Indonesia.

Kata Kunci: terorisme, deradikalisasi, narapidana terorisme, dan resosialisasi dan reintegrasi


Full Text:

PDF

References


Buku

Bakti, Agus Surya. 2014. Darurat Terorisme: Kebijakan Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi. Jakarta: Daulat Press.

Horgan, John. 2009. Walking Away from Terrorism: Accounts of Disengagement from Radical and Extremist Movements. New York: Routledge.

Handayaningrat, Soewarno. 1994. Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan Manajemen. Jakarta: Haji Masagung.

Zuhri, Saefudin (a). 2017. Deradikalisasi Terorisme. Jakarta: Daulat Press.

Jurnal

Khamdan, Muhammad. 2015. “Rethinking Deradikalisasi: Konstruksi Bina Damai Penanganan Terorisme”. Jurnal Addin. Vol. 9. No. 1.

Zuhri, Saefudin (b). 2017. “Muhammadiyah dan Deradikalisasi Terorisme di Indonesia: Moderasi Sebagai Upaya Jalan Tengah”. Maarif. Vol. 12. No. 2.

Website

Beritasatu.com, “Kapolri Sebut Terduga Teroris Kartasura Lone Wolf, Ini Maksudnya”, 5 Juni 2019, dalam https://www.beritasatu.com/nasional/558023/kapolri-sebut-terduga-teroris-kartasura-lone-wolf-ini-maksudnya, diakses pada 21 Juni 2019.

Benarnews.org, “Penelitian: Kegiatan Inklusif Lapas Mampu Deradikalisasi Napi Terorisme”, 9 Februari 2018, dalam https://www.benarnews.org/indonesian/berita/lapas-deradikalisasi-02092018114320.html, diakses pada 6 Juni 2019.

Detik.com, “Klaim Program Deradikalisasi Berhasil 100 Persen”, 22 Mei 2018, dalam https://news.detik.com/berita/d-4033545/bnpt-klaim-program-deradikalisasi-berhasil-100-persen, diakses pada 30 Mei 2019.

Damailahindonesiaku.com, “Meski Jumlah Napi Terorisme Sedikit, Namun dalam Menanganinya Tidak Boleh Dianggap Sepele”, 5 Desember 2018, dalam https://damailahindonesiaku.com/meski-jumlah-napi-terorisme-sedikit-namun-dalam-menanganinya-tidak-boleh-dianggap-sepele.html, diakses pada 6 Juni 2019.

Gatra.com, “Penghuni Lapas Di Indonesia Kebanyakan Napi Narkoba”, 31 Januari 2019, dalam https://www.gatra.com/detail/news/386285-Penghuni-Lapas-Di-Indonesia-Kebanyakan-Napi-Narkoba, diakses pada 6 Juni 2019.

Jurnalintelijen.net, “Mengenal Deradikalisasi”, 26 Oktober 2017, dalam https://jurnalintelijen.net/2017/10/26/mengenal-deradikalisasi/, diakses pada 4 Juni 2019.

Kompas.com, “BNPT: Ada 289 Narapidana Terorisme yang Tersebar di 113 Lapas”, 30 Mei 2018, dalam https://nasional.kompas.com/read/2018/05/30/12294981/bnpt-ada-289-narapidana-terorisme-yang-tersebar-di-113-lapas, diakses pada 6 Juni 2019.

Merdeka.com, “Hidup Mantan Napi Teroris. 11 Juni 2018”, dalam https://www.merdeka.com/khas/hidup-mantan-napi-teroris.html, pada 4 Juni 2019.

Matamatapolitik.com, “Mantan Napi Teroris Indonesia, Apa yang Harus Dilakukan pada Mereka?”, 17 Desember 2018, dalam https://www.matamatapolitik.com/mantan-napi-teroris-indonesia-apa-yang-harus-dilakukan-pada-mereka/, diakses pada 2 Juni 2019.

Tirto.id, “KontraS Anggap Program Deradikalisasi Pemerintah Kurang Efektif”, 19 Mei 2018, dalam https://tirto.id/kontras-anggap-program-deradikalisasi-pemerintah-kurang-efektif-cKKF, diakses pada 4 Juni 2019.

Tirto.id, “Pakar Psikologi: Deradikalisasi Napi Terorisme Butuh Waktu”, 11 Maret 2016, dalam https://tirto.id/pakar-psikologi-deradikalisasi-napi-terorisme-butuh-waktu-h2y, diakses pada 6 Juni 2019.

Voaindonesia.com, “Pemerintah Perlu Evaluasi Program Deradikalisasi di Lapas”, 9 Februari 2018, dalam https://www.voaindonesia.com/a/pemerintah-perlu-evaluasi-program-deradikalisasi-di-lapas-/4244745.html, diakses pada 4 Juni 2019.




DOI: http://dx.doi.org/10.33172/jpbh.v9i2.561

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Copyright (c) 2019 Jurnal Pertahanan & Bela Negara

• Creative Commons Attribution (CC-BY-NC-SA)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.