PENDIDIKAN BELA NEGARA SEBAGAI MATA KULIAH DI PERGURUAN TINGGI

Jerry Indrawan, M. Prakoso Aji

Abstract


Indonesia saat ini menghadapi ancaman yang multidimensional, dari yang kecil sampai besar, menyangkut seluruh aspek kehidupan negara, mulai dari ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan. Sifat ancaman yang ada sekarang sudah memiliki perspektif keamanan manusia (human security), bukan lagi keamanan (state security) negara saja. Untuk itu, diperlukan sebuah upaya yang menyeluruh yang mampu menghadapi Ancaman, Gangguan, Hambatan, Tantangan (AGHT) seperti demikian. Bela negara dapat menjadi jawaban untuk permasalahan demikian karena bela negara sendiri dapat diartikan sebagai kewajiban dan tanggung jawab warga negara untuk mempertahankan eksistensi dan kedaulatan negara. Bela negara akan optimal jika didiseminasikan melalui pendidikan formal. Dalam hal ini, pendidikan formal yang dimaksud berada di tingkat pendidikan tinggi. Tulisan ini mengusulkan agar bela negara dapat diselenggarakan di tingkat pendidikan tinggi dalam bentuk mata kuliah wajib universitas, dan diselenggarakan dengan nama Pendidikan Bela Negara. Pendidikan Bela Negara ini bukanlah pendidikan militer atau wajib militer, tetapi pendidikan yang disesuaikan dengan iklim dan nuansa pendidikan tingkat tinggi.

Kata Kunci : ancaman, keamanan manusia, bela negara, dan pendidikan bela negara


Full Text:

PDF

References


Buku

Darmawan, Cecep. 2013. “Pendidikan Bela Negara dalam Konteks Keamanan Nasional”. Dalam Muradi (ed). Penataan Kebijakan Keamanan Nasional. Bandung: Dian Cipta.

Haq, Hamka. 2011. Pancasila 1 Juni & Syariat Islam. Jakarta: RMBOOKS.

Holsti, K. J. 1981. International Politics: A Framework of Analysis. New Delhi: Prentice Hall.

Indrawan, J. 2015. Studi Strategi dan Keamanan. Depok: Nadi Pustaka.

Muradi. 2012. Dinamika Politik Pertahanan dan Keamanan di Indonesia: Memahami Masalah dan Kebijakan Politik Pertahanan dan Keamanan Era Reformasi. Bandung: Widya Padjadjaran.

Muzakkar, Milastri. 2014. Udah Kenal dengan Pendiri Indonesia? Yogyakarta: Naufan Pustaka.

Pulungan, Suyuthi. 2005. Fiqh Siyasah Ajaran Sejarah dan Pemikiran. Jakarta: Rajawali Press.

Poerwadi. 2001. “Teknologi yang Dibutuhkan dan Dikuasai dalam Rangka Mengemban Tugas-Tugas TNI 5-10 Tahun Mendatang”, dalam Indria Samego (ed.), Sistem Pertahanan–Keamanan Negara: Analisis Potensi dan Problem. Jakarta: The Habibie Center.

Sukadis, Beni. 2008. “Developing TNI’S Capability and Conscription”. Dalam Beni Sukadis dan Eric Hendra (ed). Total Defense and Military Conscript: Indonesia’s Experience and Other Democracies. Jakarta: LESPERSSI.

Soewarno, dkk. 2005. Pancasila Bung Karno. Jakarta: Paksi Bhinneka Tunggal Ika.

Widjojo, Agus. 2001. “Wawasan Masa Depan tentang Sistem Pertahanan Keamanan Negara”. Dalam Indria Samego (ed.), Sistem Pertahanan-Keamanan Negara: Analisis Potensi dan Problem. Jakarta: The Habibie Center.

Jurnal

Indrawan, J. dan Efriza. 2017. “Bela Negara sebagai Metode Pencegahan Ancaman Radikalisme di Indonesia”. Jurnal Pertahanan & Bela Negara. Vol. 7. No.3.

---------------, 2016. “Ancaman Non-Militer terhadap Keamanan Nasional di Papua”. Jurnal Ilmiah Hubungan Internasional, Vol. XII. No.2.

---------------, dan Bayu Widiyanto. 2017. “Korupsi sebagai Bagian dari Perang Proxy: Upaya untuk Memberantas Bahaya Korupsi di Indonesia”. Jurnal Pertahanan & Bela Negara. Vol. 7. No.1.

---------------, 2015. “Kepemimpinan Berbasis Pemberdayaan dalam Alih Teknologi: Sebuah Upaya Meningkatkan Kualitas SDM Pertahanan Indonesia”. Jurnal Pertahanan. Vol. 5. No.1.

Samego, Indria. 2015. “Kontekstualisasi Sishaneg: Pemberdayaan Wilayah Pertahanan dalam Perspektif Perubahan”. Jurnal Pertahanan. Vol. 5. No. 1.

Website

Koswara, Deden, “Implementasi Nilai-Nilai Bela Negara dalam Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara Bagi Tegaknya Keutuhan NKRI”, dalam http://www.stai-siliwangi.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=91:implementasi-nilai-nilai-belanegara-dalam-kehidupan-bermasyarakat-berbangsa-dan-bernegara-bagi-tegaknya-keutuhan-nkri&catid=42:islamica-vol-2-no-1-th-2014&Itemid=70&i=1, 8 Oktober 2016, diakses pada 25 Februari 2018.

Kemhan, “Sejarah Bela Negara”, dalam https://www.kemhan.go.id/belanegara/sejarah-bela-negara/, 2017, diakses pada 28 Februari 2018.

Lukman, Agus. “Begini Kurikulum Bela Negara Versi Kemenhan untuk Siswa PAUD Hingga Perguruan Tinggi”, dalam http://kbr.id/nasional/01-2017/begini_kurikulum_bela_negara_versi_kemenhan_untuk_siswa_paud_hingga_perguruan_tinggi/88285.html, 21 Januari 2017, diakses pada 24 Februari 2018.

Muhammad, Djibril, “19 Desember, PDRI, dan Hari Bela Negara”, dalam http://news.liputan6.com/read/2681707/19-desember-pdri-dan-hari-bela-negara, 19 Desember 2016, diakses pada 24 Februari 2018.

Yuksinau, “Bela Negara: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Manfaat”, dalam http://www.yuksinau.id/pengertian-tujuan-fungsi-manfaat-bela-negara/, 12 Januari 2018, diakses pada 24 Februari 2018.




DOI: http://dx.doi.org/10.33172/jpbh.v8i3.437

Article Metrics

Abstract view : 110 times
PDF - 41 times

Copyright (c) 2018 Jurnal Pertahanan & Bela Negara

• Creative Commons Attribution (CC-BY-NC-SA)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.