PERAN DAN KAPABILITAS TNI DALAM PENGAWASAN LINTAS BATAS : STUDI KASUS KAPABILITAS KOMPI TEMPUR I YONIF 631/ANTANG DI PULAU SEBATIK TAHUN 2010-2011

Mayor Inf Hasan Abdullah, M. Si (Han)

Abstract


This research aims to reveal the role and capability of TNI in monitoring border crossing. Case study was conducted in Sebatik Island, where border situation comprises complex vulnerabilities. However, TNI border security task force in charge succeeded to foil only small number of illegal activities. Research was conducted by qualitative methods based on military capability and border security management concepts, towards documents and interview to selected figures. Result of this study shows that force posture organised in accordance with border security operational standard, will be able to achieve optimum capability in monitoring border crossing if the main role is exercised in activities which are stick with determined strategy, and supported with actual intelligent information. Additional roles related to main tasks of the strategy may emerge in the effects of contributing factors. Whereas in the existence of contributing partners, formal framework is needed to synergize strategies among parties and ensure comprehensive capabilities.

 

Keywords : role of TNI, border security, border crossing, capability, monitoring


Full Text:

PDF

References


Buzan, B., O. Waever,& J. D. Wilde, 1998. Security A New Framework For Analysis. London: Lynne Rienner Publisher Inc.

Bappenas. 2010. Lampiran Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2010 Tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010-2014. Jakarta: Bappenas.

BNPP. 2011. Design Besar Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan Tahun 2011-2025. Jakarta: BNPP.

Bulletin-Kawasan. 2010. Dinamika Pembangunan Kawasan Perbatasan Negara. Bulletin Kawasan Edisi 24.

Bappeda-Nunukan. 2010. Nunukan Dalam Angka 2010. Nunukan: Bappeda Nunukan.

Dephan. 2007. DoktrinPertahanan Negara.Jakarta: Dephan RI.

Dephan. 2008. BukuPutihPertahanan Indonesia 2008 .Jakarta: Dephan RI.

Emes, M. Defence Systems. Dipetik dari UCL CENTRE FOR SYSTEMS ENGINEERING, dalam http://www.ucl.ac.uk/syseng/courses/msc-modules/defence-systems, 5September 2011, diunduhpada 2Desember 2011.

Hornby, A. 2005.Oxford Advanced Learner's Dictionary of Current English 7th Edition. Oxford: Oxford University Press.

Haddal, C. C. 2010. People Crossing Borders: An Analysis of U.S. Border Protection Policies . Washington DC: Congressional Research Service.

M.Y.Sembiring. 2011. Analisis Faktor-faktor Komplesitas Pertahanan dan Kajian Peran Media dalam Pembentukan Reaksi Masyarakat (Studi Kasus Blok Ambalat 2005 dan 2009). Jakarta: Universitas Pertahanan Indonesia.

Meyers, D. W. 2005. U.S Border Enforcement: From Horseback to High-Tech. Insight, November.

M.Y.Sembiring. 2011. Analisis Faktor-faktor Komplesitas Pertahanan dan Kajian Peran Media dalam Pembentukan Reaksi Masyarakat (Studi Kasus Blok Ambalat 2005 dan 2009). Jakarta: Universitas Pertahanan Indonesia.

Oldeman, L. & M. Frere. 1982.FAO/UNESCO/WMO Interagency Project on Agroclimatology: technical report on a study of the agroclimatology of the humid tropics of Southeast Asia.Roma: FAO.

OECD. 2007. OECD DAC Handbook on Security System Reform: Supporting Security and Justice.Paris: OECD.

Pudjiatmoko, S. 2011. Pengelolaan Keamanan Wilayah Perbatasan Darat Kalimantan Barat-Malaysia. Jakarta: Unhan.

Papademetriou, D. G. & E. Colett. 2011. A New Architecture for Border Management. Washington DC: Migration Policy Institute.

Pasal 6 dan Pasal 8 Undang-undang Republik Indonesia (UU RI) No. 43 tahun 2008 tentang Wilayah Negara.

P.K. Nunukan. 2009. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Nunukan Tahun 2007-2011. Nunukan: Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Nunukan 2009.

Rencana Tindakan Komando Daerah Militer VI/Mlw Menghadapi Kontinjensi Tahun 2012, Laporan Kesiapan Satuan Tugas Batalyon Infanteri 631/Antang Dalam Rangka Pengamanan Perbatasan RI–Malaysia 2010, Perintah Operasi Tameng Mandau 2011, dan Laporan Pelaksanaan Purna Tugas Satgas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia Yonif 631/Antang TA 2011.

Suratmo. 2010.Pengelolaan Keamanan Wilayah Perbatasan Darat Papua Selatan-Papua New Guinea : Analisis Problem dan Potensi Ancaman di Wilayah Korem 174/Atw. Jakarta: Unhan.

Suhartono, L. T. Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono :Penanganan masalah keamanan di Propinsi Papua dan Papua Barat, penindakan hukumnya telah dilakukan Polri, 28 Oktober2011, Wawancara RRI.

Saxena, M. S. 2009. Capability Management Monitoring and Improving Capabilities. New Delhi: Global India Publications Pvt Ltd.

Satgasmar Ambalat XII. 2010. Analisa Daerah Operasi Pulau Sebatik.

Surat Edaran Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI-PN.08.01-163 Tahun 2010 Tentang Tata Cara Penerbitan Pas Lintas Batas Bagi Warga Negara Indonesia di Wilayah Perbatasan.

Suharyono. 2010. Identitas Nasional Masyarakat Perbatasan Darat Di Pulau Sebatik, KabupatenNunukan, Propinsi Kalimantan Timur.Jakarta: Unhan.

Tussing, B. 2008. New Requirements for a New Challenge: The Military’s Role in Border Security. Homeland Security Affairs, Volume IV, No. 3 , Oktober.

TNI. 2007. Doktrin Tentara Nasional Indonesia TriDharmaEka Karma (Tridek).Jakarta: Mabes TNI.

UU RI Nomor 34 tahun 2004 tentang TNI, 2004, Pasal 7 Ayat (2).

Wijana, I. M. 2010.Gelar Kekuatan Kewilayahan TNI AD dalam Mengamankan Wilayah Perbatasan Darat (Studi Kasus di Wilayah Korem 121/Abw Pada Perspektif Pertahanan Semesta).Jakarta: Unhan.




DOI: http://dx.doi.org/10.33172/jpbh.v3i1.377

Article Metrics

Abstract view : 45 times
PDF - 108 times

Copyright (c) 2018 Jurnal Pertahanan & Bela Negara

View My StatCounter