KURIKULUM BELA NEGARA DI TINGKAT PENDIDIKAN TINGGI: PROSPEKTIF KETIMPANGAN DALAM SISTEM PERTAHANAN INDONESIA

Erlinda Matondang

Abstract


Kebijakan bela negara merupakan salah satu upaya Kementerian Pertahanan Indonesia dalam membentuk kekuatan pertahanan nirmiliter. Pada implementasinya, kebijakan ini mendorong pembentukan suatu kurikulum yang sesuai dengan kebijakan dan pendidikan bela negara. Kurikulum yang diterapkan dalam pendidikan bela negara saat ini terdiri dari empat poin pembelajaran, yaitu pelatihan kewarganegaraan, pelatihan militer wajib, pelatihan sesuai profesi, dan pelatihan ala TNI. Kurikulum ini mempunyai lima nilai dasar, yaitu cinta tanah air, rela berkorban, sadar berbangsa dan bernegara, Pancasila sebagai ideologi negara, dan kemampuan bela negara, baik secara fisik maupun non-fisik. Kurikulum yang diterapkan oleh pemerintah saat ini mempunyai prospek ketimpangan dalam sistem pertahanan semesta yang membutuhkan kesetimbangan antara pertahanan militer dan nirmiliter. Artikel ini mengulas prospek tersebut dengan merumuskan kesetimbangan interaksi pertahanan militer dan nirmiliter yang menghasilkan postur pertahanan dengan tiga unsurnya, yaitu kekuatan, kemampuan, dan penggelaran. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa pendidikan bela negara yang berlangsung saat ini dapat menghasilkan ketimpangan dalam sistem pertahanan Indonesia. Oleh karena itu, perubahan pada metode pembentukan dan pelaksanaan kurikulum bela negara sangat dibutuhkan. Selain itu, target utama pendidikan ini seharusnya digeser pada perguruan tinggi dengan pertimbangan berupa kematangan berpikir, pembentukan jati diri, dan potensi generasi muda.

 

Kata Kunci: bela negara, kesetimbangan, ketimpangan, kurikulum, sistem pertahanan


Full Text:

PDF

References


Buku

Badan Pusat Statistik. 2014. Statistik Indonesia 2014. Jakarta: Badan Pusat Statistik.

Departemen Pertahanan Republik Indonesia. 2008. Buku Putih Pertahanan Indonesia 2008. Jakarta: Departemen Pertahanan Republik Indonesia.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2014. Buku Kurikulum Pendidikan Tinggi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia. 2006. Indonesia 2005—2025 Buku Putih. Jakarta: Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia.

Sunarya, Y. dan Setiabudi, A. 2009. Mudah dan Aktif Belajar Kimia: untuk Kelas XI Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah Program Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.

The International Institute for Strategic Studies. 2014. The Military Balance 2014. New York: Routledge.

Yusgiantoro, P. 2014. Ekonomi Pertahanan: Teori dan Praktik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Jurnal

Direktorat Pengkajian Bidang Pertahanan dan Keamaan. 2013. “Meningkatkan Bela Negara Masyarakat Perbatasan guna Mendukung Pembangunan Nasional dalam Rangka Menjaga Keutuhan NKRI.” Jurnal Kajian Lemhannas RI. Edisi 15. Mei.

Muthanna, KA. 2011. “Military Diplomacy.” Journal of Defense Studies, Vol. 5. No.1. Januari.

Laporan Penelitian/Tesis

Bank Dunia. 2014. “Sistem Pendidikan Tinggi Indonesia: Seberapa Responsif terhadap Pasar Kerja?”. Policy Brief 89222. Mei.

Matondang, E. 2015. Anggaran Pertahanan sebagai Dinamisator Diplomasi Pertahanan dalam Joint Development Korea Fighter Experiment/Indonesia Fighter Experiment (Periode 2009—2014). Tesis. Bogor: Universitas Pertahanan Indonesia.

Website

Anonim, “Apa beda bela negara dan wajib militer?” m.tempo.co/read/news/2015/10/14/078709397/apa-beda-bela-negara-dan-wajib-militer, 14 Oktober 2015, diunduh pada 9 November 2015.

Anonim, “Menteri Pertahanan buka program bela negara,” www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2015/20/151022_indonesia_bela_negara, 22 Oktober 2015, diunduh pada 9 November 2015.

Undang-Undang

Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Undang-undang Nomor 3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

Lain-lain

Matondang, E. 2015. “Defense Diplomacy on Indonesia’s Perspective,” makalah dalam Short Course in Defense Diplomacy IDU yang dilaksanakan di Naval Postgraduate School. Monterey.31 Juli.




DOI: http://dx.doi.org/10.33172/jpbh.v5i3.368

Article Metrics

Abstract view : 56 times
PDF - 106 times

Copyright (c) 2018 Jurnal Pertahanan & Bela Negara

View My StatCounter