DOKTRIN PERTAHANAN DALAM MEWUJUDKAN KEAMANAN MARITIM: PERSPEKTIF POSMODERNISME

Safril Hidayat

Abstract


Perubahan dalam sistem internasional yang beralih dari perspektif klasik menuju perspektif posmodernisme menimbulkan perubahan tentang pengetahuan dan makna keamanan. Isu-isu tradisional yang sebelumnya kurang mendapatkan perhatian menjadi lebih difokuskan melalui perspektif ini. Fokus perspektif posmodernisme merombak kemapanan yang ada, yang diarahkan pada keamanan individu sehingga terjadi pergeseran doktrin militer yang selama perang dingin berlaku. Kebangkitan kekuatan baru di Asia Pasifik dengan membangun poros maritim dunia secara langsung juga melibatkan Indonesia sehingga melahirkan kebijakan poros maritim. Kebijakan poros maritim seolah barang baru, namun bila dilihat lebih jauh ke belakang merupakan momentum awal yang dapat dijadikan sebagai pijakan menuju kejayaan sebagai negara maritim yang pernah dialami pada masa lalu sejarah Indonesia. Lima pilar yang digelontorkan dalam mendukung poros maritim memerlukan pertahanan maritim yang kuat guna menjamin keamanan maritim dan kedaulatan teritorial. Perubahan orientasi keamanan dengan memperhatikan determinan domestik dan determinan internasional terhadap dimensi maritim harus diimbangi dengan perubahan doktrin yang nantinya akan menghasilkan budaya dan struktur pemerintahan maritim. Poros maritim merupakan pilihan yang tepat ditengah perlunya peningkatan kapasitas negara dalam menjaga kedaulatannya ditengah pergeseran makna kedaulatan akibat globalisasi. Pemikiran poros maritim memerlukan revitalisasi doktrin pertahanan yang memadukan tiga matra dan komponen pemerintahan lainnya serta entitas di luar negara dalam mewujudkan pemerintahan maritim yang disegani dunia.

 

Kata kunci: perspektif posmodernisme, pertahanan, poros maritim, determinan domestik, determinan internasional, doktrin, revitalisasi.


Full Text:

PDF

References


Buku

Burchill, S., A. Linklater, R. Devetak, J. Donnelly, M. Paterson, C. Reus-Smit, & J. True. 2005. Theories of International Relations 3rd ed. New York: Palgrave Macmillan.

Bleiker, R. 2000. "Popular Dissent, Human Agency and Global Politics", dalam S. Burchill, A. Linklater, R. Devetak, J. Donnelly, M. Paterson, C. Reus-Smit, & J. True. Theories of International Relations 3rd Edition. New York: Palgrave Macmillan.

Clark, Maudemarie. Nietzsche on Truth and Philosophy. 1990. New York: Cambridge University Press.

Gordon, Colin (Ed.). 1980. Power/Knowledge. Selected Interviews and Other Writings 1972-1977 Michel Foucault. New York: Pantheon Books.

Jackson, R. & George Sorensen. 1999. Introduction to International Relations. Oxford: Oxford University Press.

Moskos, Charles C. et al. 2010. Militer Pasca Perang Dingin, Militer Posmo: Seri Kajian Sosiologi Militer. Terjemahan Syamsul Maarif. Jakarta: Prenada Media Group.

Lentner, Howard H. 1974. Foreign Policy Analysis: A Comparative and Conceptual Approach. Ohio: Charles E. Merrill Publishing Company.

Mas’oed, Mohtar. 1996. Hubungan Internasional, Disiplin dan Metodologi. Jakarta: LP3ES.

Perwita, Anak Agung Banyu dan Yanyan M. Yani. 2005. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Roe, Michael. 2013. Maritime Governance and Policy-making. London: Springer.

Sarup, Madan. 2007. Posstrukturalisme dan Posmodernisme: Sebuah Pengantar Kritis, Terjemahan Medhy Aginta Hidayat. Yogyakarta: Jendela.

Jurnal

Krulak, Charles. 1997. “The Three Block War: Fighting in Urban Areas”. Jurnal Vital Speech of the Day. Vol. 64.No. 5. 15 Desember.

Buffaloe, David L. 2006. "Defining Asymmetry Warfare". the Land Warfare Papers. No. 58. Virginia: The Institute of Land Warfare.

Website

Mattis, James N., dan Frank Hoffman, "Future Warfare: The Rise of Hybrid Wars”, 2005, dalam http://www.usni.org, diunduh pada 16 Juni 2015.

Mamahit, Bobby R, “Kemenhub: Tol Laut Libatkan 24 Pelabuhan di Seluruh Nusantara”, 2015, dalam http://jurnalmaritim.com/, diunduh pada 16 Juni 2015.

“Menuju Indonesia sebagai Negara Poros Maritim”, dalam http://setkab.go.id/, diunduh pada 26 Juni 2015.

“Mewujudkan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia yang Maju dan Mandiri”, dalam http://www.bakosurtanal.go.id/, diunduh pada 20 Juni 2015.

“Panglima TNI: Angkatan Laut Tentukan Poros Maritim”, dalam http://www.antaranews.com/nasional/umum, diunduh pada 20 Juni 2015.




DOI: http://dx.doi.org/10.33172/jpbh.v5i2.358

Article Metrics

Abstract view : 85 times
PDF - 358 times

Copyright (c) 2018 Jurnal Pertahanan & Bela Negara

View My StatCounter