KOMUNITAS EKONOMI ASEAN DAN MENINGKATNYA ARTI PENTING ADMM: SEBUAH ANALISIS EKONOMI POLITIK KEAMANAN

Semmy Tyar Armandha

Abstract


Pembentukan ASEAN Defense Ministers’ Meeting (ADMM) dapat dikatakan merupakan sinergi antara penciptaan mekanisme pasar bebas ASEAN Economic Community di kawasan Asia Tenggara, dengan adanya komunitas keamanan guna mewujudkan visi ASEAN 2020. Sinergi antara pasar bebas dan komunitas keamanan menjadi prakondisi bagi visi ASEAN 2020 semenjak Asia Tenggara merupakan kawasan yang sangat strategis baik secara ekonomi maupun politik global negara-negara hegemoni. Dengan menggunakan kerangka teori security community, yang digunakan Amitav Acharya via Karl Deutsch –yang menjelaskan kecenderungan negara-negara berkembang untuk mengelola anarki internasional sebagai alternatif dilema keamanan dan interdependensi (neorealisme dan neoliberal-institusional) yang dinilai terlalu linier dalam memandang interaksi antar negara-- penulis menekankan aspek keterhubungan antara ekonomi dan pertahanan dengan menggunakan teori governmentality Foucauldian yang dioperasionalisasikan dalam state of exceptional Michael Hardt-Antonio Negri dan aparatus oikonomia Girogio Agamben, sebagai bentuk prakondisi yang memungkinkan security community terjadi. Sederhananya, ADMM merupakan perangkat yang tak terelakkan jika ASEAN ingin serius menciptakan ekonomi pasar bebas di kawasan Asia Tenggara. Pembentukkan ADMM dengan demikian adalah realita yang niscaya di saat suatu kawasan ingin membentuk perjanjian pasar bebas.

 

Kata kunci: ASEAN Defense Ministers’ Meeting, ASEAN Economic Community 2015, komunitas keamanan, state of exception, aparatus oikonomia


Full Text:

PDF

References


Buku

Acharya, Amitav. 2001. Constructing a Security Community in Southeast Asia: ASEAN and the problem of regional order. New York: Routledge.

Agamben, Giorgio. 2009. What is an Apparatus? And Other Essays. California: Stanford University.

Buzan, Bary dan Ole Weaver. 2003. Regions and Powers: The Structure of International Security. United Kingdom: Cambridge University Press.

Foucault, Michel. 1997. Society Must be Defended: Lectures at the College De France. New York: Picador.

Hobbes,Thomas. 1651. Leviathan: The Matter, Forme, & Power of a Common-wealth Ecclesiasticall. London: St. Paulus Church-yard.

Hardt, Michael & Antonio Negri. 2004. Multitude: War and Democracy in the Age of Empire. New York: The Penguin Press.

Waltz, Kenneth. 1997. Man, The State and War. New York: Columbia University Press.

Jurnal

Bitzinger, Richard. 2010. “A New Arms Race? Explaining Recent Southeast Asian Military Acquisitions”. Contemporary Southeast Asia. Vol. 32. No. 1.

Misalucha, Charmaine. 2011. “Southeast Asia-US Relations: Hegemony or Hierarchy?”. Contemporary Southeast Asia. Vol. 33, No. 2.

Nye, Joseph. 1990. “Soft Power”. Foreign Policy Journal. No. 80. Twentieth Anniversary.

Rose, Niklolas & Peter Miller. 2010. “Political power beyond the State: problematics of government”. The British Journal of Sociology: London School of Economics and Political Science.

Ruland, Jurgen South. 2011. “East Asian Regionalism and Global Governance: Multilateral Utility or Hedging Utility?”. Contemporary Southeast Asia. Vol. 33. No. 1.

Shoji, Tomotaka. 2013. “ASEAN Defense Ministers’ Meeting (ADMM) and ADMM Plus: A Japanese Perspective”. NIDS Journal of Defense and Security, 14 Desember 2013.

Website

ASEAN Economic Community Blueprint, 2008, http://www.asean.org, diunduh pada 6 November 2014.

Center for Strategic and International Studies. No. 25, 2011. “ASEAN Defence Industry Collaboration”, dalam http://www.csis.org/isp/diig, diunduh pada 6 November 2014.

http://www.asean.org/communities/asean-political-security-community/category/asean-defence-ministers-meeting-admm, diunduh pada 6 November 2014.




DOI: http://dx.doi.org/10.33172/jpbh.v4i3.338

Article Metrics

Abstract view : 34 times
PDF - 48 times

Copyright (c) 2018 Jurnal Pertahanan & Bela Negara

View My StatCounter