DIPLOMASI PERTAHANAN INDONESIA: AMALGAM MILITER-SIPIL

Safril Hidayat

Abstract


Kondisi global dan regional berpengaruh dalam melaksanakan kebijakan luar negeri. Selain itu, situasi dinamika domestik juga menjadi faktor penting dalam membuat kebijakan luar negeri. Kebijakan luar negeri diwujudkan melalui kerja sama dengan negara lain dalam wujud diplomasi pertahanan yang bertujuan untuk mencapai kepentingan nasional. Kepentingan nasional melalui diplomasi pertahanan secara global, regional dan bilateral dalam mewujudkan saling percaya guna mencegah konflik dan resolusi konflik. Sekalipun belum ada defenisi yang baku tentang diplomasi pertahanan, namun beberapa negara ada yang secara eksplisit maupun implisit menjelaskan diplomasi pertahanan. Aktor pelaku diplomasi pertahanan juga tidak semata-mata militer, namun dari kalangan sipil yang berbeda latar belakang. Sebagai negara yang demikian besar dengan sumber daya alam yang melimpah, maka diplomasi pertahanan Indonesia tidak dapat berjalan sektoral oleh kementerian pertahanan atau oleh personel militer saja. Kerja sama pertahanan perlu melibatkan aktor non negara dan pejabat sipil yang dilakukan antar lembaga baik aktor negara maupun aktor non negara. Dengan demikian, kebijakan diplomasi pertahanan memiliki interdependensi dan perlu diselaraskan dengan kebijakan luar negeri lainnya sehingga tujuan dan kepentingan nasional dapat terwujud.

 

Kata kunci : pertahanan, diplomasi, kepentingan, aktivitas, aktor


Full Text:

PDF

References


Buku

Buzan, Barry dan Weaver, Ole. 2003. Regions and Power: The Structure of International Security. UK: Cambridge University Press.

-----------, Barry, Waever, Ole & deWilde, Jaap. 1997. Security: A New Framework for Analysis. Boulder: Lynne Rienner Publishers.

Cahyaningtyas, June. 2010. “Kerja sama Perbatasan Indonesia-Malaysia melalui Transboundary Biodiversity Conservation Area (TBCA): Peluang dan Tantangan”, dalam Ludiro Madu, et al. Mengelola Perbatasan Indonesia di Dunia tanpa Batas. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2010.

Cottey, A. dan Forster, A. 2004. Reshaping Defence Diplomacy: New Roles for Military Cooperation and Assistance. Adelphi Paper No. 365. New York: Oxford University Press.

Cooper, Andrew F. dan Shaw, Timothy M. 2009. The Diplomacies of Small States: Between Vulnerability and Resilience. London: Palgrave Macmillan.

Capie dan Taylor. 2010. “The Shangri-La Dialogue?” dalam N. Ganesan & R. Amer (Eds.). International Relations in Southeast Asia: Between Bilateralism and Multilateralism. Singapore: Institute of Southeast Asian Studies.

Dodge, Robert. 2006. The Strategist: The Time and Life of Thomas Schelling, How a Game Theorist Understood The Cold War and Won the Nobel Prize. Singapore: Marshall Cavendish Editions.

Finnemore, Martha. 1994. Constructing Norms of Humanitarian Intervention, dalam The Culture of International Security: Norms and Identity in World Politics oleh Peter J. Katzenstein (Ed). 1999. New York: Columbia University Press.

Hatta, Mohammad. 1976. Mendayung antara Dua Karang. Jakarta: Bulan Bintang

Jönsson, Christer dan Hall, Martin. 2005. Essence of Diplomacy. London: Palgrave Macmillan.

Laksmana, Evan A. 2011. “Defense Diplomacy in Southeast Asia: Trends, Prospects and Challenges“, dalam Singh, Bhubhindar dan Tan, See Seng. From ‘Boots’ to ‘Brogues’: The Rise of Defence Diplomacy in Southeast Asia. Singapura: RSIS.

Nye, Joseph S. Jr. 2004. Soft Power: The Means to Success in World Politics. New York: Public Affairs.

------, 1990. Foreign Policy. USA: Harvard University Press.

Rana, Kishan S. 2011. 21st Century Diplomacy. A Practitioner’s Guide. London: The Continuum International Publishing Group.

Roy, S.L. 1999. Diplomasi. Jakarta: Rajawali Press.

Seybolt,Taylor B. 2008. Humanitarian Military Intervention: The Conditions for Success and Failure. New York: Oxford University Press.

Singh, Bhubhindar dan Tan, See Seng. 2011. From ‘Boots’ to ‘Brogues’: The Rise of Defence Diplomacy in Southeast Asia. Singapura: RSIS.

Waltz, Kenneth N. 1979. Theory of International Politics. Massachusetts: Addison-Wesley Publishing company.

-------. 2001. Man, The State and War. A Theoretical Analysis. New York: Columbia University Press.

Watson, Adam. 1982. Diplomacy: The Dialogue between States. London: Routledge.

Jurnal

Ayoob, Mohammed. 2002. “Humanitarian Intervention and State Sovereignty”. International Journal of Human Rights. Vol.6 No.1. London: Frank Cass.

Capie, D. dan Taylor, B. 2010. “The Shangri-La Dialogue and the Institutionalization of Defence Diplomacy in Asia”. The Pacific Review. Vol. 23. No. 3.

Daddow, O.J. 2002. “Facing the Future: History in the Writing of British Military Doctrine”. Journal of Defense Studies. Vol. 2. No.1.

Hills, A. 2000. “Defence Diplomacy and Security Sector Reform”. Contemporary Security Policy. Vol. 21. No. 1.

Website

Andrea, Faustinus. 2005. “Indonesia dan Keamanan ASEAN”. Jakarta: CSIS, dalam http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=129739, diunduh pada tanggal 17 Oktober 2013.

Cotton, James. 2002. “Australia’s East Timor Experience: Military Lessons and Security Dilemmas”. Disampaikan dalam The 5th Symposium (FY 2002), 21-22 Januari 2003 di NIDS Tokyo Jepang yang bertemakan

"Nontraditional Roles of the Military and Security in East Asia", dalam

“Defence Diplomacy”, dalam http://www.encyclo.co.uk/define/Defence%20diplomacy,

diunduh pada 7 Februari 2014.

“Defence Diplomacy”, dalam http://www.wordsense.eu/defence_diplomacy/, diunduh

pada 7 Februari 2014.

“Defence Diplomacy”, dalam http://www.definition-of.com/Defence%20diplomacy,

diunduh pada 7 Februari 2014.

“Defence Diplomacy”, dalam http://digindip.com/tag/defence-diplomacy/, diunduh pada 7

Februari 2014.

“Defence Diplomacy”, dalam http://glosbe.com/en/en/defence%20diplomacy, diunduh

pada 7 Februari 2014.

Kaljurand, Riina. 2008. “A Long Way to Defence Diplomacy”. International Center for Defense Studies, dalam www.rkkicds.org, diunduh pada 26 Juni 2014.

Matsuda, Yasuhiro. 2006. “An Essay on China’s Military Diplomacy: Examination of Intentions in Foreign Strategy”. NIDS Security Reports. No.7, dalam http://www.nids.go.jp/dissemination/kiyo/pdf/bulletin_j8_1.pdf>, diunduh pada 24 Maret 2014.

Mulloy, Garren. 2007. “Japan’s Defense Diplomacy and “Cold Peace” in Asia”, Asia Journal of Global Studies, Vol.1, No.1, dalam www.Jgs.Org/Index.Php/Ajgs/Article/Download/6/52, diunduh pada 6 Maret 2014.

Pattiasina, Edna C, “Menhan: Pertahanan dan Diplomasi Tidak Terpisah”, dalam

www.kompas.com, 20 Maret 2013, diunduh pada 3 Mei 2014.

Wirajuda, Hassan “Membangun Citra Indonesia Demokratis, Moderat and Progresif: Konsolidasi Soft Power dan Aset Politik Luar Negeri RI”, disampaikan dalam Pidato Menteri Luar Negeri Republik Indonesia pada Lokakarya Nasional Diplomasi Publik, 11 Desember 2007, dalam http://www.indonesia-ottawa.org/information/details.php?type=speech&id=111, diunduh pada 7 Februari 2014.

--------------, “Diplomasi Total Di Era Informasi”, disampaikan sebagai “Keynote Speech” pada Seminar Public Relations “Pergeseran Paradigma PR: PR Konvensional vs PR Moderen”, Intermatrix Communications Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, 20 Februari 2003, dalam http://www.kemlu.go.id/Documents/Reformasi%20Birokrasi/Lap-Progr-RB-Kemlu.pdf, diunduh pada 3 Maret 2014.

Yudhoyono, Susilo Bambang, Pidato Presiden RI pada saat Upacara Pelantikan Perwira TNI di Akademi TNI AL Surabaya, pada 2 Juli 2013, “Diplomasi Indonesia adalah Diplomasi 'Sejuta Kawan Tanpa Musuh’”, dalam www.presidenri.go.id, diunduh pada 15 April 2014.

Dokumen Resmi

Buku Putih Pertahanan Indonesia. 2008. Jakarta : Departemen Pertahanan RI.

Buku Diplomasi Indonesia. 2010, 2011. Jakarta: Kementerian Luar Negeri RI.

Defense of Japan. 2002.Tokyo: Japan Defense Agency (JDA).

New Zealand Defence Force Review. 2011.

UK Strategic Defence Review. 1998, 2000.

Undang-Undang

Undang-undang Nomor 24/2000 tentang Perjanjian Internasional.

Undang-undang RI No. 34/2004 tentang TNI.

Undang-undang Nomor 37/1999 tentang Hubungan Luar Negeri.

Undang-undang Nomor 3/2002 tentang Pertahanan.




DOI: http://dx.doi.org/10.33172/jpbh.v4i2.330

Article Metrics

Abstract view : 72 times
PDF - 628 times

Copyright (c) 2018 Jurnal Pertahanan & Bela Negara

View My StatCounter