PERAN PEACE KEEPING OPERATION NEGARA ANGGOTA ASEAN DALAM MENDUKUNG MISI PERDAMAIAN PBB

Mohammad Abel Rahman

Abstract


ASEAN Defense Ministerial Meeting (ADMM) merupakan pertemuan tertinggi pada level menteri pertahanan di ASEAN dalam bidang pertahanan. Salah satu bidang kerjasamanya adalah peacekeeping operations. Meskipun ASEAN telah memiliki kerangka kerjasama peacekeeping operationsdidalam ADMM, tetapi negara-negara ASEAN tetap melaksanakan misi perdamaian di bawah koordinasi PBB. Studi ini bertujuan untuk menganalisis peran peacekeeping operations dalam kerangka ADMM. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Studi ini dianalisis menggunakan teori peran, konsep diplomasi pertahanan, konsep peacekeeping operations, dan konsep confidence building measures. Hasil dari studi ini menunjukkan peran peacekeeping operations dalam kerangka ADMM merujuk pada naskah konsep APCN. Peran peacekeeping operations dalam kerangka ADMM yaitu mengembangkan kapabilitas personel sesuai standar PBB untuk melaksanakan misi perdamaian, mengurangi konflik dan ketegangan, dan meningkatkan confidence building measures di kawasan.

 

Kata Kunci: ASEAN, ADMM, peran, peacekeeping operations


Full Text:

PDF

References


Buku

Anthony, M. C &Haywood, H. 2010. Defining ASEAN's Role in Peace Operations: Helping to Bring Peacebuilding 'Upstream.' Australia: Australia Government, Asia Pacific Civil Military Centre of Excellence.

Cipto, B. 2006. Hubungan Internasional di Asia Tenggara. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Cottey, A., & Forster, A. 2004. Reshaping Defence Diplomacy : New Roles for Military Cooperation and Assistance. New York: Oxford University Press.

Defending of The Kingdom of Cambodia. 2006. Defense Policy of The Kingdom of Cambodia 2006: Security, Development, and International Cooperation.

Ministry of Defense Brunei Darussalam. 2011. Defending the Nation’s Sovereignty: Expending Roles in Wider Horizons.

Perwita, B & Y, Yanyan M. 2014. Pengantar Ilmu Hubungan Internasional, Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Sarwono, S. W. 2005. Teori-Teori Psikologi Sosial. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Shoji, Tomotaka. 2005. ASEAN Security Community: An Initiative for Peace and Stability.Tokyo: National Institute for Defense Studies.

Singh, D. 2000. "Evolution of the Security Dialogue Process in the Asia Pacific Region". Southeast Asian Perspective on Security. Singapore: ISEAS.

Supriyatno, M. 2014. Tentang Ilmu Pertahanan. Jakarta: Dapur Buku.

Yusgiantoro, P. 2014. Ekonomi Pertahanan: Teori dan Praktik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Jurnal

Anwar, S. 2012. “Meningkatkan Kapasitas dan Peran Diplomat Pertahanan untuk Membangun Pertahanan yang Tangguh”. Jurnal Pertahanan. Vol. 2 No.2. Agustus 2014.

Cook, ADB. 2014. “Southeast Asian Perspective on UN Peacekeeping: Indonesia and Malaysia”. Journal of International Peacekeeping. Vol.18. Issues 3-4.

Javaid, U. 2010. "Confidence Building Measures in Nuclear South Asia: Limitations and Prospects". South Asian Studies.A Research Journal of South Asian Studies. Vol. 25. No. 2. July-December.

Kanfer, R. 1987. “Task-Specific Motivation: An Integrative Approach to Issues of Measurement, Mechanisms, Processes, and Determinants”. Journal of Social and Clinical Psychology. Vol. 5. No. 2.

Rusfiana, Y. 2014. "Diplomasi Pertahanan Indonesia dalam ASEAN Defense Ministerial Meeting". Jurnal Pertahanan. Vol. 4. No. 2.

Lain-lain

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. 2008. ASEAN Selayang Pandang Edisi-18. Jakarta: Direktorat Jendral Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. 2012. ASEAN Selayang Pandang Edisi-20. Jakarta: Direktorat Jendral Kerjasama ASEAN Kementerian Luar Negeri RI.

Kementerian Pertahanan Republik Pertahanan. 2014. Strategi Pertahanan Negara. Jakarta: Kementerian Pertahanan RI.

Laksamana, EA, 2011. “Defense Diplomacy in South East Asia: Trends, Prospect, and Challenges, From Boots to Brogues, The Rise of Defense Diplomacy in Southeast Asia”. RSIS Monograph 21.

Website

"About the ASEAN Defence Ministers Meeting (ADMM)",dalam https://admm.asean.org/index.php/about-admm/2013-01-22-10-51-17.html, 14 Januari 2015. diunduh pada 13 April 2015.

Kementerian Luar Negeri, “Indonesia dan United Nations Peacekeeping Operations, 2016 http://www.kemlu.go.id/id/kebijakan/isu-khusus/Pages/Partisipasi-Indonesia-dalam-Pasukan-Misi-Perdamaian-PBB.aspx diunduh tanggal 18 Oktober 2016

Londo, P, "Sengketa Perbatasan Antar Negara Di Kawasan Asia Pasifik", dalam http://www.tnial.mil.id/TroopInfo/PeneranganPasukan/ tabid/104/articleType/ArticleView/articleId/42/Default.aspx, 23 Mei 2007, diunduh pada 18 Agustus 2015.

Parameswaran, P, "Malaysia Wants an ASEAN Peacekeeping Force", dalam http://thediplomat.com/2015/02/malaysia-wants-an-asean-peacekeeping-force/, 21 Februari 2015, diunduh pada 6 Juli 2015.

Simatupang, ‘‘Diplomasi Pertahanan ASEAN dalam Rangka Stabilitas Kawasan’’, Center for Defence and Maritime Studies, 2013, dalam http://www.fkpmaritim.org/diplomasi-pertahanan-asean-dalam-rangka-stabilitas-kawasan/, diunduh pada 20 Mei 2015.

Thayer, C,"ASEAN and UN Peacekeeping", dalamhttp://thediplomat.com/2014/04/asean-and-un-peacekeeping/, 25 April 2015, diunduh pada 6 Juli 2015.

Wawancara

David Capie, Associate Professor di School of History, Philosophy, Political Science, and International Relations, University of Wellington, New Zealand, 13 Februari 2016.

Letkol Czi, Ihwan Achmadi, Direktorat Kerjasama Internasional Kementerian Pertahanan RI, 12 Januari 2016.

Soekartono, Ahimsa dan Noviandri Wibowo, Direktorat Kerjasama ASEAN Kementrian Luar Negeri RI, 28 Desember 2015.

Ansharullah, Paladin, dan Annisa Wahidah, ASEAN Secretariat, 8 Januari 2016.




DOI: http://dx.doi.org/10.33172/jpbh.v6i3.319

Article Metrics

Abstract view : 59 times
PDF - 287 times

Copyright (c) 2018 Jurnal Pertahanan & Bela Negara

View My StatCounter