POSISI BEBAS AKTIF INDONESIA DALAM RIVALITAS TIONGKOK DAN AMERIKA SERIKAT DI ASIA TENGGARA TERKAIT PENGADAAN ALUTSISTA

Semmy Tyar Armandha

Abstract


Rivalitas antara Amerika Serikat dan Tiongkok di perairan Asia Tenggara semakin mendorong kewaspadaan negara-negara di Asia Tenggara. Bagi Amerika Serikat, Asia Tenggara merupakan salah satu lokasi Forward Operating Site bagi militernya; sementara bagi Tiongkok, Asia Tenggara sebagai salah satu jalur perdagangannya yang paling penting (String of Pearl) dan memiliki klaim teritorial di wilayah perairan Laut Tiongkok Selatan. Artikel ini bertujuan untuk memaknai strategi bebas aktif Indonesia guna merespons rivalitas tersebut dalam konteks pengadaan kapal selam Kelas Chang Bogo dari Korea Selatan. Pertama, hadirnya Chang Bogo dapat menambah kompleksitas modernisasi persenjataan khususnya kapal selam serang di Asia Tenggara. Kedua, di sisi lain, Indonesia semakin aktif dalam rantai pasok persenjataan global yang melibatkan industri pertahanan mancanegara, khususnya kapal selam yang marak digunakan karena efektivitas serang sembunyi (stealth). Dengan menggunakan teori jejaring-aktor, artikel ini menyimpulkan bahwa kedua posisi Indonesia tersebut seharusnya dapat dimanfaatkan dalam menghadapi konstelasi regional yang kompleks akibat rivalitas AS-Tiongkok, apabila Indonesia mampu memformulasikan strategi maritim berdasarkan kekuatan kapal selam yang dimiliki.

 

Kata kunci: Asia Tenggara, kapal selam Kelas Chang Bogo,jejaring-aktor,politik bebas-aktifIndonesia, rivalitas maritim Amerika Serikat-Tiongkok


Full Text:

PDF

References


Buku

Deleuze, Gilles. 1986. Foucault. Frankfurt: Suhrkamp.

Dewan Kelautan Indonesia. 2008. Evaluasi Kebijakan dalam Rangka Implementasi Konvensi Hukum Laut Internasional (UNCLOS 1982) di Indonesia. Departemen Kelautan dan Perikanan.

Guan, Kwa Chong dan John K. Skogan. 2007. Maritime Security in Southeast Asia. New York: Routledge

Hardy, Corwin J. 2015. At periscope depth: exploring submarine proliferation in Southeast Asia. Monterey: Dudley Knox Library

Howarth, Peter. 2006. China’s Rising Sea Power: The PLA Navy’s Submarine Challenge. New York: Routledge

Law, John. 2002. Aircraft Stories: Decentering the Object in Technoscience. Durham & London: Duke University Press

Law, John (ed). 1991. A Sociology of Monsters: Essays on Power, Technology, and Domination. London & New York: Routledge

Passoth, Jan-Hendrik et al (ed). 2012. Agency without Actors? New Approaches to Collective Action. New York: Routledge

Piliang, Yasraf Amir. 2004. Dunia yang Dilipat Tamasya Melampaui Batas-batas Kebudayaan. Yogyakarta: Jalasutra

Sichun, Wu dan Zou Keyuan (ed). 2009. Maritime Security in the South China Sea: Regional Implications and International Cooperation. Farnham: Ashgate Publishing

Sumarkidjo, Atmadji. 2010. Mission Accomplished: Misi Pendaratan Pasukan Khusus oleh Kapal Selam RI Tjandrasa. Jakarta: Kata Hasta

Tan, Andrew. 2011. Security Strategies in the Asia-Pasific: The United States “Second Front” in Southeast Asia. New York: Palgrave Mcmillan

Jurnal

Andersson, Jan J. 2015. “Submarine Capabilities and Conventional Deterrence in Southeast Asia”. Contemporary Security Policy. Vol.36. No.3.

Armandha, Semmy T., et al. 2016. “Ekonomi Politik Kerja Sama Korea Selatan-Indonesia dalam Joint Development Pesawat Tempur KFX/IFX”. Global dan Strategis. Tahun 10, No. 1.

Barkin, J. Samuel. 1998. “The Evolution of the Constitution of Soverignty and the Emergence of Human Rights Norms”. Millenium Journal of International Studies. Vol. 27, No. 2.

Beng, Aaron. 2014. “Submarine Procurement in Southeast Asia: Potential for Conflict and Prospects for Cooperation”. Pointer. Journal of the Singapore Armed Forces. Vol. 40.No. 1

Henderson, Jeffrey et al. 2002. “Global Production Networks And The Analysis Of Economic Development”. Review of International Political Economy. Vol. 9. No.3.

International Institute for Strategic Studies. 2016. “Chapter Six: Asia”. The Military Balance. Vol. 116. No.1.

International Institute for Strategic Studies. 2016. “Chapter Three: North America”. The Military Balance. Vol. 116. No.1.

Nelson, Brad. 2013. “Brokering China-US relations”. Strategic Review. Vol. 3. No.3.

Passoth, Jan-Hendrik & Nicholas J. Rowland. 2010. “Actor-Network State: Integrating Actor-Network Theory and State Theory. International Sociology. Vol. 25. No.6.

Roy, Denny. 2005. “Southeast Asia and China: Balancing or Bandwagoning?”. Contemporary Southeast Asia. Vol. 27. No. 2.

Srnicek, Nick. 2010. “Conflict Networks: Collapsing the Global into Local”. Journal of Critical Globalisastion Studies. Issue 2.

Majalah

Ramachandran, Sudha. 2004.“Division Over Terror Threat in Malacca Straits”. Asia Times.

Prosiding

Yanuar et al. 2015. “Konsep Desain Kapal Selam Serang Konvensional”. Proceeding Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin XIV (SNTTM XIV). Banjarmasin, 7-8 Oktober.

Website

Chang, Felix K, “Comparative Southeast Asian Military Modernization – III”, http://www.theasanforum.org/comparative-southeast-asian-military-modernization-3/, 16 Januari 2015, diunduh pada 1 Oktober 2016.

“China is Fueling a Submarine Arms Race in the Asia-Pasific”, Foreign Policy, http://foreignpolicy.com/2016/08/26/china-is-fueling-a-submarine-arms-race-in-the-asia-pacific/, 26 Agustus 2016, diunduh pada 30 September 2016.

“China says it’s ready if US ‘stirs up any conflict’ in South China Sea”,CNBC, http://www.cnbc.com/2016/05/19/china-says-its-ready-if-us-stirs-up-any-conflict-in-south-china-sea.html, 19 Mei 2016, diunduh pada 3 Oktober 2016.

Fong, Kelvin “Undersea Dragons Ahoy! Asian Submarine Forces on the Rise”, www.shpmedia.com, Mei 2009, diunduh pada 2 September 2016.

“France offers Indonesian Navy’s Diesel-Electric Sub New Combat System”, dalam http://thediplomat.com/2016/01/france-offers-indonesian-navys-diesel-electric-sub-ne-combat-system/, 12 Januari 2016, diunduh pada 1 Oktober 2016.




DOI: http://dx.doi.org/10.33172/jpbh.v6i3.317

Article Metrics

Abstract view : 33 times
PDF - 66 times

Copyright (c) 2018 Jurnal Pertahanan & Bela Negara

View My StatCounter