KEGAGALAN MEDIASI PADA RELOKASI PENDUDUK KAMPUNG PULO JAKARTA TIMUR: BELAJAR DARI KASUS MEDIASI LSM CM

Semy Arayunedya

Abstract


Berbagai program utama pemprov DKI seperti normalisasi sungai, RTH, dan pembangunan rusun mengakibatkan sebagian masyarakat berpenghasilan rendah direlokasi dari tempat tinggal asal ke rusun. Relokasi sering menimbulkan konflik antara pemerintah provinsi (pemprov) DKI dengan warga. Dalam tahap konflik tertentu, pihak ketiga atau mediator dibutuhkan untuk menengahi keduabelah pihak. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kegagalan mediasi sehingga eskalasi konflik memuncak. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Data penelitian diperoleh melalui pengamatan, wawancara interaktif, buku, dan media visual. Data tersebut dianalisis dengan teori dan konsep mengenai mediasi, perancangan dan pengelolaan kota, dan keamanan nasional Indonesia. Hasil penelitian menyimpulkan penyebab kegagalan mediasi. Upaya mediasi tidak didasari dengan aspek keamanan nasional. Kerangka model Glasl yang dapat mengetahui intervensi yang tepat terhadap konflik tidak digunakan. Upaya mediasi juga diinisiasi oleh warga sehingga mandat kepada mediator hanya dari warga saja. Selanjutnya, Lembaga Swadaya Masyarakat Ciliwung Merdeka (LSM CM) sebagai mediator tidak dapat mengidentifikasi fakta, motivasi, pilihan solusi, dan cek realita dengan jelas. LSM CM juga tidak melakukan pendekatan mediasi secara transformatif yang mendorong pemprov DKI dan warga untuk mengakui kesalahan masing-masing. Hal tersebut mengaburkan para pihak terhadap perancangan dan pengelolaan kota sebagai inti kebutuhan para pihak.Kegagalan terakhir disebabkan karena pelaksanaan mediasi tidak disiapkan dan dilaksanakan sesuai standar.

 

Kata kunci: mediasi, relokasi, perancangan dan pengelolaan kota, keamanan nasional, Indonesia


Full Text:

PDF

References


Buku

Collins, A. 2010. Contemporary Security Studies (Second Edition). New York: Oxford University Press.

Dewan Ketahanan Nasional. 2010. Keamanan Nasional: Sebuah Konsep dan Sistem Keamanan Bagi Bangsa Indonesia. Jakarta: Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional.

Emzir. 2011. Analisis Data: Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Herlianto. 1997. Urbanisasi, Pembangunan, dan Kerusuhan Kota. Bandung: PT Alumni.

Kalff, S. & Uitslag, M. 2007. The Ins and Outs of Mediation (Perlzweig, N., Trans).Utrecht: HU-Mediation.

Kothari, C.R. 2004. Research Methodology: Method and Techniques. New Delhi: New Age International (P), Ltd.

Wahyuni, S. 2012. Qualitative Research Method: Theory and Practice. Jakarta: Salemba Empat.

Jurnal

Boulle, L. 2014. "International Enforceability of Mediated Settlement Agreements: Developing the Conceptual Framework". Contemporary Asia Arbitration Journal. Vol.7. No.1.

Mason, S. & Rychard, S. 2005. December. "Conflict Analysis Tools". Swiss Agency for Development and Cooperation.

Website

“Normalisasi Sungai Ciliwung Tanpa Kekerasan”, dalam http://megapolitan.kompas.com, 7 Desember 2012, diunduh pada 9 Oktober 2015.

“Penggusuran Kampung Pulo Berujung Rusuh”, dalam http://www.sinarharapan.co, 20 Agustus 2015, diunduh pada 9 Oktober 2015.

“Tiga Rusun Di Jaktim Disiapkan Untuk 930 KK Kampung Pulo”,dalam http://megapolitan.kompas.com, 1 September 2014, diunduh pada 9 Oktober 2015.




DOI: http://dx.doi.org/10.33172/jpbh.v6i2.310

Article Metrics

Abstract view : 45 times
PDF - 126 times

Copyright (c) 2018 Jurnal Pertahanan & Bela Negara

View My StatCounter