PENGURANGAN RISIKO BENCANA GEMPA BUMI-TSUNAMI DI PANGKALAN TNI AU PADANG AKIBAT MEGATHRUST MENTAWAI

Arwin Datumaya Wahyudi Sumari, Sutopo Purwo Nugroho, Tri Nur Addin

Abstract


- Berdasarkan data geologi, sejak tahun 2009 para ahli telah memperkirakan bahwa di Kepulauan Mentawai akan terjadi gempa bumi besar (megathrust) dengan magnitudo 8,9 skala Richter dan 10 menit setelahnya akan terjadi tsunami di kepulauan tersebut. Pada menit ke-35, tsunami setinggi 10 meter akan sampai di Kota Padang yang berjarak 2,5 km dari garis pantai, tergantung topografi daratannya. Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Padang termasuk salah satu wilayah yang terancam oleh megathrust Mentawai karena terletak hanya ±800 meter dari garis pantai. Untuk mengetahui seberapa tinggi risiko bencana gempa bumi di Lanud Padang, telah dilakukan penelitian dengan cara menilai bahaya gempa bumi, kerentanan bangunan, dan kapasitas masyarakat, sedangkan untuk mengetahui seberapa tinggi risiko dan dampak bencana tsunami dilakukan penilaian bahaya tsunami dan waktu evakuasi tsunami. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah integrasi data dari sistem informasi geografis, citra potret udara, dan observasi di lapangan. Penilaian bahaya gempa bumi merupakan perpaduan informasi antara geologi Lanud dengan nilai indeks seismik Sumatera Barat. Penilaian kerentanan bangunan melalui observasi dengan menggunakan metode Rapid Visual Screening (RVS) of building for potential seismic hazard yang dikembangkan oleh Federal Emergency Management Agency (FEMA). Penilaian kapasitas masyarakat melalui wawancara dan kuesioner terhadap variabel kesadaran dan kesiapsiagaan. Penilaian bahaya tsunami dilakukan dengan memadukan informasi mengenai elevasi permukaan lahan, kelas kerawanan tsunami Kota Padang dan ketinggian air landasan tsunami. Penilaian waktu evakuasi tsunami dilakukan dengan memadukan informasi mengenai simulasi evakuasi bahaya tsunami dan klasifikasi waktu evakuasi. Berdasarkan hasil analisa, penilaian risiko bencana gempa bumi menghasilkan 5 (lima) kelas indeks risiko yaitu sangat rendah (0-0,240), rendah (0,241-0,480), sedang (0,481-0,720), tinggi (0,721-0,960) dan sangat tinggi (0,961-1,200). Penilaian dampak bencana tsunami menghasilkan lima kelas indeks dampak yaitu sangat rendah (0-1,17), rendah (1,171-1,710), sedang (1,711-2,250), tinggi (2,251-2,790) dan sangat tinggi (2,791-3,360). Upaya pengurangan risiko dilakukan dengan menitikberatkan pada peningkatan infrastruktur dan peningkatan kapasitas dapat mengurangi akibat yang ditimbulkan oleh bencana gempa bumi-tsunami.

 

Kata Kunci: gempa bumi, kapasitas masyarakat, kerentanan bangunan, risiko, tsunami


Full Text:

PDF

References


Buku

BNPB. 2012. Atlas Bencana Indonesia 2012. Jakarta: BNPB.

Karnawati, Dwikorita. 2009. Gempa dan Longsor. Tim Studi Gempa dan Longsor. Jogjakarta: Teknik Geologi UGM.

FEMA. 2002. Rapid Visual Screening of Buildings for Potential Seismic Hazards. A Handbook. Edition 2. Washington: FEMA.

Saputra, A, Sartohadi, J, Rachmawati, R. 2011. Pengurangan Risiko Gempa bumi melalui Evaluasi Bangunan Tempat Tinggal dan Lingkungannya di Kecamatan Pleret Kabupaten Bantul. Yogyakarta: UGM.

Jurnal

Cedillos, Veronica. 2011. “Crucial Need for Tsunami Evacuation Solutions for Padang”. Jurnal Geo Hazards International (GHI). 31 Maret.

Chasanah, Uswatun, Madlazim, dan Prastowo, Tjipto. 2013. “Analisis Tingkat Seismisitas dan Periode Ulang Gempa Bumi di Sumatera Barat pada Periode 1961-2010”. Jurnal Fisika. Vol. 02. No. 02. Surabaya: FMIPA Universitas Negeri Surabaya.

Edwiza, Daz. 2008. “Kajian Terhadap Indek Bahaya Seismik Regional Rata-Rata Sumatera Barat”. Jurnal Teknik. No.29. Vol.1 Tahun XV. ISSN: 0854-8471. Padang: Laboratorium Geofisika Jurusan Teknik Sipil Unand. April.

Gregor, Ammel, Rieser, Marcel, Nagel, Kai, Taubenbock, Hannes, Strunz, Gunter, Goseberg, Nils, Schlurmann, Thorsten, Klupfel, Hubert, Setiadi, Neysa dan Birkmann, Jorn. (n.d.). 2014. “Emergency Preparedness in the case of a Tsunami - Evacuation Analysis and Traffic Optimization for the Indonesian city of Padang”. Padang: Mentawai. Megathrust Direx.

Oktiari, Dian, dan Manurung, Sudomo. 2010. Model Geospasial Potensi Kerentanan Tsunami Kota Padang. November 2010. Jurnal Meteorologi dan Geofisika. Vol.11. No.2. Jakarta: Author.

Pratama Putra, Ahmad. 2011. Penataan Ruang Berbasis Mitigasi Bencana Kabupaten Kepulauan Mentawai. Jurnal Penanggulangan Bencana. Vol. 2. No. 1.

Website

BMKG. 2013. “Gempa Bumi”, dalam http://www.bmkg.go.id/BMKG_Pusat/Geofisika/Gempa bumi.bmkg, diunduh pada 23 Desember 2013.

Kastowo dan Gerard. 1973. “Geologi Kota Padang”, dalam http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/542/jbptitbpp-gdl-heriprabow-27083-3-2007ts-2.pdf, diunduh pada 27 Desember 2013.

USGS. 2009. “Magnitude 7.6 - Southern Sumatra, Indonesia”. United States Geological Survey, dalam http://earthquake.usgs.gov, diunduh pada 24 Desember 2013,

Makalah

Cedillos, Veronica, Wood, K, Canney, N, Deierlein, G, Henderson, S, Ismail, F, Syukri, A, and Toth, J. 2010. “An Evaluation of Infrastructure for Tsunami Evacuation in Padang, West Sumatra, Indonesia”. Proceedings of the 9th U.S. National and 10th Canadian Conference on Earthquake Engineering, July 25-29, 2010. Paper No. XXXX. Vancouver, Canada.

Supriyatno, Makmur. 2014. “Geographic Information System (GIS), Mapping-Remote Sensing and Disaster Manajemen”. Makalah disampaikan pada Perkuliahan Sistem Informasi Geografi (SIG) Universitas Pertahanan Indonesia Program Studi Manajemen Bencana tanggal 6 Februari 2014.




DOI: http://dx.doi.org/10.33172/jpbh.v6i1.304

Article Metrics

Abstract view : 498 times
PDF - 291 times

Copyright (c) 2018 Jurnal Pertahanan & Bela Negara

View My StatCounter