Diplomasi Pertahanan Indonesia Dalam Upaya Untuk Memasukkan Segmen Tanjung Datu Sebagai Outstanding Boundary Problem Indonesia-Malaysia

Istiqamah Istiqamah

Abstract


Abstrak – Tulisan ini membahas mengenai bentuk penyelenggaraan diplomasi pertahanan serta analisanya dalam upaya untuk memasukkan segmen Tanjung Datu sebagai Outstanding Boundary Problem Indonesia-Malaysia. Hal ini didasarkan atas status Tanjung Datu yang ambigu akibat perbedaan penafsiran Memorandum of Understanding (MOU) 1978 oleh pihak internal pemerintah Indonesia. Perundingan untuk memasukkan segmen Tanjung Datu sebagai OBP terjadi pada tahun 2001. Usaha melobi pihak Malaysia untuk memasukkan Tanjung Datu sebagai OBP dilakukan secara intensif oleh para delegasi sampai akhirnya Indonesia menerima keputusan pihak Malaysia untuk tidak lagi mempermasalahkan Tanjung Datu. Studi ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan enam informan yang meliputi praktisi dan pakar di bidang terkait. Data juga diperoleh dari berbagai literatur. Temuan studi ini berupa subjek diplomasi pertahanan Indonesia dalam upaya memasukkan segmen Tanjung Datu sebagai OBP Indonesia-Malaysia yaitu Pankorwilnas, Direktorat Topografi Angkatan Darat, Kementerian Pertahanan, Kementerian Dalam Negeri dan JUPEM. Sedangkan objek diplomasi pertahanan Indonesia dalam upaya memasukkan segmen Tanjung Datu sebagai OBP Indonesia-Malaysia adalah berupa tujuan Indonesia yakni sebagai implementasi kepentingan nasional dalam meraih kedaulatan teritorialnya serta hal itu termasuk dalam lingkup pertahanan.

Kata Kunci : diplomasi pertahanan, teori pembentukan perbatasan darat, kedaulatan teritorial, segmen tanjung datu, outstanding boundary problems

 

Abstract – This study discusses on implementation of Indonesia’s defense diplomacy and its analysis in effort to obtain Tanjung Datu segment as Outstanding Boundary Problem Indonesia-Malaysia. This is based on the status of Tanjung Datu as Outstanding Boundary Problem was ambiguous due the different interpretations of Memorandum of Understanding (MOU) 1976 and 1978 by Government of Indonesia. The negotiation to obtain Tanjung Datu segment as Outstanding Boundary Problem Indonesia-Malaysia in 2001. Indonesia attempt to lobby Malaysian to attach Tanjung Datu as OBP and its intensively conducted by Indonesian delegates until finally, Indonesia accepted Malaysia’s decision that Tanjung Datu is not part of the OBP. The research method was qualitative approach in which data collection technique was conducted through interviews with six informants including practitioners and experts in related fields. This study showed that the subjects of Indonesian defense diplomacy in efforts to obtain Tanjung Datu segment as OBP Indonesia-Malaysia are Pankorwilnas, Directorate of Army Topography, Ministry of Defense, Ministry of Home Affairs and JUPEM. While the object of Indonesian defense diplomacy in the efforts to obtain Tanjung Datu segment as OBP Indonesia-Malaysia are the implementation of Indonesian national interest to achieve territorial sovereignty and it was also part of defense.

Keywords: defense diplomacy, bounday making theory, territorial sovereignty, tanjung datu segment, outstanding boundary problems


Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Buku

Supriyatno, Makmur. 2016. Pendirian Batas Darat Internasional antara Indonesia-Malaysia di Pulau Kalimantan. Jakarta: CV Makmur Cahaya Ilmu.

Sugiyono, P.D. 2012. Metode Penelitian Kualitatif–Kualitatif dan R&D. Jakarta : Alfabeta

Jurnal

Muthanna, KA. 2011. “Military Diplomacy”. Journal of Defence Studies. Vol. 5. No. 1. Januari.

Tesis

Erika. 2014. “Status Tanjung Datu Sebagai Outstanding Boundary Problem Pada Perbatasan Negara Indonesia dan Malaysia”. Fakultas Manajemen Pertahanan, Universitas Pertahanan Indonesia.

Lain-lain

Gindarsah, Iis. 2015. “Indonesia’s Defence Diplomacy Harnessing The Hedging Strategy Against Regional Uncertainties”. RSIS Working Paper.

Pedrason, Rodon. 2016. “Introduction to Module Defence Diplomacy”. Diplomasi Pertahanan, Universitas Pertahanan Indonesia.

Supriyatno, Makmur. 2009. “Masalah Perbatasan Darat Internasional antara Republik Indonesia-Malaysia di Daerah Tanjung Datu Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat”. Forum Diskusi Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan.

------------------, 2009. “Informasi tentang Permasalahan Teknis OBP Garis Batas Internasional antara RI-Malaysia di Tanjung Datu (Camar Bulan)”. Forum Diskusi Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan.

Silva, A.R. 2015. “Defense Diplomacy: What are we talking about?” Encontro Nacional da ABRI.

Website

Badan Nasional Pengelola Perbatasan Republik Indonesia, Rencana Induk Pengelolaan Perbatasan Negara Tahun 2015-2019, dalam http://bnpp.go.id/ document/produk_hukum/2015/ perkaban/Peraturan_BNPP_Nomor_1_ Tahun_2015.pdf.

Du Plessis, Antonio. 2008. “Defence Diplomacy : Conceptual and Practical Dimensions with Specific Reference to South Africa”, dalam https://www.questia.com/library/ journal/1G1-193140720/defence-diplomacy-conceptual-and-practical-dimensions.

Kementerian Hukum dan HAM, Berita Negara Republik Indonesia, 2014, DITJENPP Kementerian Hukum dan HAM, dalam http://ditjenpp.kemenkumham.go.id/ arsip/bn/2014/bn403-2014.pdf.

Your Article Library, “Diplomacy: Meaning, Nature, Functions and Role in Crisis Management”, dalam http://www. yourarticlelibrary.com/international-politics/diplomacy-meaning-nature-functions-and-role-in-crisis-management/48491 , diakses pada 16 November 2017.




DOI: http://dx.doi.org/10.33172/jpbh.v7i3.233

Article Metrics

Abstract view : 128 times
PDF - 400 times

Copyright (c) 2017 Jurnal Pertahanan & Bela Negara

View My StatCounter