Kebijakan Poros Maritim Dan Keamanan Nasional Indonesia: Tantangan Dan Harapan

Safril Hidayat1 dan Ridwan

Abstract


Abstrak – Potensi maritim dan kelautan yang begitu besar di satu sisi merupakan berkah atas kondisi geografis Indonesia, namun disisi lainnya dapat menimbulkan konflik. Eksploitasi dan kegiatan ilegal terhadap sumber daya laut tanpa memperhatikan keberlanjutan akan memperburuk tingkat kesejahteraan masyarakat dan kerap memperkeruh hubungan internasional. Sebagai negara yang menjadi perlintasan kapal asing dimana 4 selat dari tujuh selat penting dunia ada di perairan Indonesia, maka Indonesia termasuk negara yang rawan dari sisi keamanan maritim. Kejahatan diperairan Indonesia masih sering terjadi, baik dilakukan oleh warga negara Indonesia sendiri maupun warga negara asing. Pemerintah Indonesia dengan program nawa cita memiliki visi Indonesia sebagai poros maritim dunia. Sementara itu sebagai sebuah kebijakan, maka keberhasilan implementasi kebijakan poros maritim sangat ditentukan oleh content of policy (isi kebijakan) dan context of implementation (lingkungan kebijakan). Keberhasilan implementasi kebijakan poros maritim akan berdampak pada terwujudnya kesejahteraan dan keamanan masyarakat Indonesia. Artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data dan literatur yang berkaitan dengan poros maritim. Keabsahan dan keterandalan data dilakukan dengan trianggulasi referensi. Hasil studi menunjukkan bahwa implementasi kebijakan poros maritim masih memerlukan kesiapan implementator sebagai garda terdepan dari kebijakan poros maritim disertai dengan pembangunan infrastruktur kemaritiman yang bertaraf international.

Kata Kunci : poros maritim, content of policy, context of implementation, keamanan nasional

 

Abstract – The maritime and marine potentials are so great on the one hand,were a blessing on Indonesia’s geographical condition, but on the other hand, it can lead to conflict. Exploitation and illegal activities on marine resources without considering to sustainability will worsen the welfare of society and oftenly conflicting international relations. As a country that becomes the crossing of foreign ships where four straits of the seven important straits of the world exist in Indonesian waters, Indonesia is a country that is vulnerable from the side of maritime security. Crime in Indonesian waters is still frequent, either by Indonesian citizens themselves or foreign nationals. The Government of Indonesia with the Nawa Cita program has the vision of Indonesia as a maritime axis of the world. Meanwhile, as a policy, the successful implementation of maritime axis policy is largely determined by content of policy and context of implementation. The successful implementation of maritime axis policy will impact the realization of the welfare and security of Indonesian society. This article uses a qualitative approach with data sources and literature related to maritime axis. Validity and reliability of data is done by reference triangulation. The results show that the implementation of maritime shaft policy still requires the readiness of the implementer as the front guard of maritime axis policy along with the development of maritime infrastructure of international standard.

Keywords : maritime axis, content of policy, context of implementation, national security


Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Buku

Albrecht, Peter dan Karen Barnes. 2008. Pembuatan Kebijakan Keamananan Nasional dan Gender. Geneva: Centre for the Democratic Control of Armed Forces/DCAF.

Anderson, James E. 2006. Public Policy Making : An Introduction. USA: Houghton Mifflin Company.

Dunsire. 1978. Implementation Theory, Block 3 Implementation, Evaluation and Change. Open University.

Grindle, Merilee, S. 1980. Politics and Policy Implementation in the Third World. Princeton, New Jersey : Princeton University Press.

Griffiths, Martin, dan Terry O’Callaghan. 2002. International Relations : the Key Concepts. Routledge: New York.

Hell, David. 2004. Demokrasi dan Tatanan Global. Terjemahan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Hogwood, Brian W, Lewis. A. Gun. 1984. Policy Analysis For The Real Word. London : Oxford University Press.

IPU dan DCAF. 2003. Parliamentary Oversight of the Security Sector: Principles, Mechanisms and Practices. Geneva: IPU dan DCAF.

Islamy, Irfan. 2009. Prinsip-prinsip Perumusan Kebijakan Negara. Jakarta : Bina Aksara.

Patton, carl U dan David S Sawacki. 2007. Basic Methods Of Policy Analysis and Planning. New Jersey : Prentice - all International inc.

Tuathail Gearóid Ó dan Simon Dalby. 1998. Rethinking Geopolitic. London: Routledge.

Wahab.2005. Analisis Kebijakan : dari Formulasi ke Implementasi Kebijakan Negara. Jakarta : PT. Bumi Aksara.

Winarno, Budi. 2007. Kebijakan Publik Teori dan Proses. Yogyakarta : MedPress.

Jurnal

Buzan, Barry. 1991. “New Patterns of Global Security in the Twenty-First Century”. International Affairs. Royal Institute of International Affairs 194). Vol. 67.No.3.

Nainggolan, Poltak Partogi. 2015. “Kebijakan Poros Maritim Dunia Joko Widodo dan Implikasi Internasionalnya”. Politica. Vol. 6 No. 2. Agustus.

Majalah

Sisriadi, Brigjen TNI. 2016. “Pengembagan Postur Pertahanan Militer Guna Mendukung Terwujudnya Poros Maritim Dunia”. Wira. Vol. 59. No. 43.

Website

“Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia”, 13 November 2015, dalam http:// presidenri.go.id/berita-aktual/ indonesia-sebagai-poros-maritim-dunia.html, diakses pada 14 Juni 2017.

”Presiden Jokowi Deklarasikan Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia”, 15 November 2015, dalam http://www. kemlu.go.id/id/berita/siaran-pers/ Pages/Presiden-Jokowi-Deklarasikan-Indonesia-Sebagai-Poros-Maritim-Dunia.aspx, diakses pada 14 Juni 2017.

“Empat Pihak Sampaikan Ancaman Gagalnya Visi Indonesia Poros Maritim Dunia”, 22 Juli 2017, dalam http://www. kompasiana.com/imosacindonesia/ empat-pihak-sampaikan-ancaman-gagalnya-visi-indonesia-poros-maritim-dunia_5973197ab614012d6518ff32, diakses pada 13 September 2017.




DOI: http://dx.doi.org/10.33172/jpbh.v7i3.232

Article Metrics

Abstract view : 563 times
PDF - 3366 times

Copyright (c) 2017 Jurnal Pertahanan & Bela Negara

View My StatCounter