Mencintai Produk Dalam Negeri Sebagai Manifestasi Bela Negara Di Era Global

Siswanto Siswanto

Abstract


Abstrak – Latar belakang dari penulisan ini adalah adanya fakta perubahan sosial, ekonomi, dan politik masyarakat Indonesia di era Reformasi dan global. Termasuk perubahan dalam konteks bela negara dimana pada masa sebelumnya bela negara dipahami hanya sebagai kegiatan bersifat militer. Konsep bela negara saat ini memiliki makna yang lebih luas yaitu dalam konteks ekonomi, sosial, dan kultural. Bela negara dalam konteks ekonomi adalah membangun komitmen pola konsumsi masyarakat Indonesia dari semula memilih produk luar negeri menjadi memilih produk dalam negeri. Oleh karena itu, tujuan dari tulisan ini adalah menganalisis masalah-masalah bela negara dalam konteks ekonomi yaitu menyangkut kebiasaan masyarakat lebih memilih produk luar negeri, dampak pola konsumsi memilih produk luar kepada cadangan devisa, dan strategi yang bisa dibangun agar masyarakat lebih memilih produk nasional. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah studi pustaka yaitu mempelajari referensi atau kajian-kajian sebelumnya terkait dengan isu bela negara, dan diskusi mendalam dengan narasumber yang relevan. Hal ini dilakukan untuk mengkonfirmasi atau meningkatkan pemahaman atas topic bela negara. Hasil dari kajian ini adalah berupa kesimpulan dan rekomendasi untuk membangun pola konsumsi masyarakat agar lebih memilih produk nasional ketimbang produk luar negeri.

Kata Kunci : bela negara, produk nasional, produk luar negeri

Abstract – The background of this paper is the fact of social, economic, and political change of Indonesian in the Reform and global era. It Includes changes in the context of defending state which in the past it was understood only as a military activity. The defending of state nowadays has a broader meaning in economic, social, and cultural context. The defending of state in the context of economy is more commitment to consume national products than to consume foreign product. Therefore, the purpose of this paper is to analyze the problems of defending the state in the economic context that involves people’s habits of favoring foreign products, the impact of consumption patterns on selecting external products to foreign exchange reserves, and strategies that can be built to make people prefer national products. The method used in this paper is literature study that is studying references or previous studies related to this issue, and in-depth discussion with relevant sources. This has been done to confirm or improve an understanding the topic being written. The results of this studies are in the form of conclusions and recommendations to build the pattern of public consumption to prefer national products rather than foreign products.

Keywords: the defending of state, national product, foreign product  


Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Buku

Frognier, A.P. Tilly C. (ed.). 1975. The Formation of National States in WesternEurope. Princeton, NJ: Princeton University Press.

Jurnal

Agustina, Reny. 2014. “Impor, Nilai Tukar Rupiah, dan Tingkat Inflasi terhadap Cadangan Devisa Indonesia”. JWEM STIE MIKROSKIL. Jurnal Wira Ekonomi Mikroskil. Vol. 4, No.2. Oktober.

Pryke, Sam. 2012. “Economic Nationalism: Theory, History and Prospects“. Global Policy Vol.3. Issue 3. September.

Website

Akhmadi, Yudono Yanuar, dalam https://nasional.tempo.co/read/894758/ bela-negara-dilanjutkan-jokowi-ingin-ada-unsur-kekinian”, diakses pada 18 Oktober 2017.

BPS, ”Laporan Ekonomi dan Perdagangan,” Badan Pusat Statistik (BPS) 2017, dalam https://www.bps.go.id/all_ newtemplate.php#accordion-daftar-subjek2, diakses pada 16 Oktober 2017.

Christian, Scoda,“55 Nations – Stereotypes that will Ruin or Make your Day”, dalam http://www.nomad4ever. com/2007/11/26/55-nations-stereotypes-that-will-ruin-or-make-your-day/, diakses pada 16 Oktober 2017.

Intan Sari, Novita, “Merk Indonesia Diakui Dunia, Masyarakat Malah Suka Barang Impor”, dalam http//:www.merdeka. com, 15 Mei 2015, diakses pada 21 September 2017.

M. Akbar,“Semangat Nasionalisme Dibutuhkan untuk Hadapi MEA,” dalam http://nasional.republika.co.id/berita/ nasional/umum/16/08/21/oc9oic336-semangat-nasionalisme-dibutuhkan-untuk-hadapi-mea, diakses pada 21 September 2017.

Maikel, Jefriando, “RI Impor Barang Konsumsi Hingga US$ 1,03 Miliar/Bulan”, Detik Finance, dalam http://finance.detik. com/berita-ekonomi-bisnis/2975545/ri-impor-barang-konsumsi-hingga-us-103-miliarbulan, diakses pada 12 Oktober 2017.

Nadlir, Moh, “Konsumsi Masyarakat pada Kuartal III 2017 Berpotensi Melemah,” dalam http://ekonomi.kompas.com/read/2017/07/21/092617226/konsumsi-

masyarakat-pada-kuartal-iii-2017-berpotensi-melemah, diakses pada 4

Oktober 2017.

Sekolah penduduk, “Dasar hukum bela negara”, dalam www.sekolah

penduduk.com, diakses pada 18 Oktober 2017.

Primadhyta, Safyra, “Impor Indonesia Naik 11,63 Persen Selama Juni

,” CNN Indonesia, dalam https://www.cnnindonesia.com/

ekonomi/20150715131030-92-66532/impor-indonesia-naik-1163-persen-

selama-juni-2015/, diakses pada 16 Oktober 2017.

Rosenboim, “Globalism and Nationalism: Why Interconnectedness Does Not Threaten, Sovereignty,”Foreign Affairs-Magazine,dalam https://www.

foreignaffairs.com/articles/2017-07-10/globalism-and-nationalism, diakses pada 11 Oktober 2017.




DOI: http://dx.doi.org/10.33172/jpbh.v7i3.231

Article Metrics

Abstract view : 275 times
PDF - 1114 times

Copyright (c) 2017 Jurnal Pertahanan & Bela Negara

View My StatCounter