TAKSONOMI KONFLIK-KONFLIK INTERNAL DI INDONESIA SEBAGAI POTENSI PERANG PROXY (TAXONOMY OF INTERNAL CONFLICTS THAT LEADS INTO PROXY WAR IN INDONESIA)

Yosua Praditya Suratman

Abstract


Abstrak – Bergesernya ancaman konvensional kedalam bentuk ancaman non-konvensional merupakan ancaman besar bagi Indonesia. Ancaman non-konvensional berupa perang proxy sudah dan tengah dijalankan di Indonesia kedalam beberapa bentuk, termasuk didalamnya adalah konflik internal. Jumlah konflik internal, baik horizontal maupun vertikal yang semakin meningkat sejak era reformasi dapat saja terjadi karena memang ada pengaruh dan kepentingan asing. Perang proxy cenderung lebih dipilih oleh kelompok kepentingan karena biayanya yang murah dibandingkan perang konvensional, akan tetapi dampak dan daya hancurnya sangat signifikan. Memang menjadi sulit apabila pemerintah mencoba melihat apakah konflik terjadi secara alamiah atau ada unsur kesengajaan (by designed). Untuk itu perlu melakukan pemetaan konflik internal yang telah dan sedang terjadi di berbagai bidang, khususnya di luar bidang militer. Pemetaan ini akhirnya akan menuntun pemerintah, terlebih aparat keamanan dalam menelusuri aktor dan kelompok-kelompok kepentingan. Konflik internal saat ini memang dilatarbelakangi oleh berbagai aspek, yaitu ideologi, politik, ekonomi, dan sosial-budaya, yang berpotensi menjadi perang proxy di Indonesia. Akhirnya, perang proxy akan tetap dipilih oleh aktornya mengingat sumber daya yang digunakan (manusia dan alam) adalah milik negara yang dituju. Posisi Indonesia yang strategis, serta besarnya kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, membuat Indonesia akan selalu berada di bawah bayang-bayang ancaman perang proxy.

 

Kata Kunci : Perang proxy, konflik internal, keamanan

 

 

Abstract – The conventional threats now have been shifted into unconventional threats which is now considered as one of the biggest threatsfor Indonesia. Proxy war is an unconventional threatand it is happening nowin Indonesia throughinternal conflicts. The number of internal conflicts, whether vertical and horizontal, have increased significantly since the Reformation era started, and it is believed there is a third party who hasa role on that. Many countries prefer proxy war due to its efficiency reasons and it creates a great result of destruction. It is not easy for the government to forecast whether the conflicts are naturally emerged or designed by third parties. Security apparatus, therefore, must design a conflict mapping in every non-military sector. The mapping will lead us in exploring all parties who have a connection to conflicts. It must be realized that internal conflicts are influenced by many factors such as ideology, politics, economics, and social, which later will continue to proxy war threats. Proxy war, therefore, will always be chosen due to its efficieny because they will not use their own resources. The strategic position of Indonesia makes Indonesia to become an object of proxy war.

 

Keywords: proxy war, internal conflict, security

Full Text:

Tidak berjudul

References


Buku

Eckstein, Harry (ed). 1964. Internal War, Problems, and Approaches. New York : Free Press of Glencoe.

Fisher, Simon. 2000 Working With Conflicts: Skills and Strategies for actions, US: Zed Books.

Jeong, Ho-Won. 2008. Understanding Conflict and Conflict Analysis. London: SAGE Publications.

Muhammad, Hikam (ed).2014. Menyongsong 2014 – 2019: Memperkuat Indonesia Dalam Dunia yang Berubah. Jakarta: Rumah Buku.

Praditya, Yosua. 2015. Keamanan di Indonesia. Jakarta: Nadi Pustaka.

Jurnal

Hermanto, Muhammad Reza (Koordinator), Arfianto Purbolaksono, Lola Amelia, Zihan Syahayani. 2016. The Indonesian Institute Centre For Public Policy Research. “Melihat Aksi 4/11 dalam hubungan Islam dan Politik”. Jurnal Update Indonesia. Vol X. No. 11. November.

Mumford, Andrew. 2013. “Proxy Warfare and Future of the Conflict”. The RUSI Journal. Vol. 158. No. 2.

Singer, PW. 2011. “Corporate Warriors: The Rise of the Privatized Military Industry and Its Ramifications for International Security”. Journal of International Security. Vol. 26. No. 3.

Tesis

Paffenroth, Adam. 2014.”Outsourcing Conflict “An Analysis of the Strategic Underpinnings of Proxy Warfare”. Maryland, Baltimore: John Hopkins University, dalam https:// jscholarship.library.jhu.edu/bitstream/ handle/1774.2/37245/PAFFENROTH-THESIS-2014.pdf.

Website

“Apa Yang Perlu Dikhawatirkan Dari Konflik FPI-GMBI,” dalam http://www.bbc. com, 19 Januari 2017, diakses pada 2 Februari 2017.

“Civil War Facts”, dalam http://www.civilwar. org/education/history/faq/, diakses pada 27 Januari 2016.

“Demonstrasi Yang Kebablasan,” dalam https://www.tempo.co, 28 Maret 2012, diakses pada 30 Januari 2017.

“Indonesia Urutan Pertama Aksi Demonstrasi,” dalam http://www. antaranews.com/, diskses pada 30 Januari 2017.

“Ini Data Konflik Agraria di Tanah Air Sepanjang Tahun 2013,” dalam http:// www.kpa.or.id/, diakses pada 31 Januari 2017.

“Isu Sara Masih Membayangi Pilkada,” 1 Februari 2017, dalam http://www. beritasatu.com/, diakses pada 3 Februari 2017.

“Kerusuhan di Tolikara Jangan Meluas Jadi Konflik Agama,” dalam http://nasional. kompas.com/read/, 17 Juli 2015, diakses pada 31 Januari 2017.

Mitchell, Christopher, “Conflict, Social Change, and Conflict Resolution An Enquiry”, Berghof Research Center for Conflict Management, 2005, dalam http://citeseerx.ist.psu.edu, diunduh pada 31 Januari 2017.

“Marak Aksi Saling Lapor, Polri Kumpulkan Ormas Islam”, dalam http://www. cnnindonesia.com/, 31 Januari 2017, diakses pada 2 Februari 2017.

“Menyusul Konflik FPI dan GMBI, Gabungan Ormas Suarakan Petisi Jabar Kondusif”, dalam http://nasional.republika.co.id/, 20 Januari 2017, diakses pada 3 Februari 2017.

“Panglima TNI: Proxy War Mengancam Indonesia, “ dalam http://nasional. kompas.com/, 19 Mei 2016, diunduh pada 27 Januari 2017.




DOI: http://dx.doi.org/10.33172/jpbh.v7i1.129

Article Metrics

Abstract view : 398 times
Tidak berjudul - 854 times

Copyright (c) 2017 Jurnal Pertahanan & Bela Negara

View My StatCounter