BELA NEGARA MELALUI KAMPANYE PANGAN LOKAL DI MEDIA INTERNET

Lusia Handayani, Munawar K. Nahrawi

Abstract


Pangan merupakan hak mendasar setiap manusia. Masyarakat atau bangsa yang tidak terpenuhi kecukupan pangannya akan berpotensi menimbulkan tidakstabilan ekonomi bahkan dapat menjatuhkan sebuah pemerintah. Ketergantungan terhadap beras sebagai pangan pokok dapat mengancam stabilitas ekonomi dan politik manakala pangan tersebut tidak tercukupi dengan baik. Salah satu alternatif yang dapat dilakukan untuk menghindari ancaman tersebut adalah beralih ke berbagai pangan sumber karbohidrat lainnya yang banyak tumbuh di Indonesia, antara lain ubi jalar, singkong, garut, dan ganyong. Namun demikian, aneka pangan lokal tersebut masih dianggap pangan kelas dua, karena masih kuatnya budaya pangan berbasis nasi dari beras. Karena itu, perlu kampanye pangan lokal di media internet. Internet saat ini berkembang menjadi media yang mampu menjangkau seluruh kalangan secara cepat dan tepat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan sumber data sekunder berupa buku, dokumen, dan jurnal terkait bela negara dan ketahanan pangan. Hasil kajian ini menunjukkan belum maksimalnya pemanfaatan internet sebagai media kampanye pangan lokal ke masyarakat baik yang dilaksanakan oleh pemerintah maupun non-pemerintah. Sejalan dengan perkembangan pesat internet dan pentingnya melakukan bela negara di semua aspek, kampanye pangan lokal melalui media internet perlu dilakukan oleh semua pihak. 

Kata Kunci: Bela Negara, Kampanye Pangan Lokal, Internet  


Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Buku

Lala M. Kolopaking (ed.) Manajemen Krisis; Protokol Penyelematan dan Pemulihan di Sektor Pangan, Pertanian, dan Perdesaan. (Bogor: IPB Press 2010).

Subagyo, Agus. 2015. Bela Negara. Peluang dan Tantangan di Era Globalisasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Suryana, A dan Mardianto, S. 2001. Bunga Rampai Ekonomi Beras. Jakarta: Badan Ketahanan Pangan.

Jurnal

Fariastuti Ida. 2017 Media Massa sebagai penggerak tumbuhnya sikap bela negara di kalangan generasi muda. Jurnal Wacana Vol 16 No. 1 Juni 2017.

Khan GF, Yoon HY, Park HW. 2013. Social media communication strategies of government agencies: twitter use in Korea and the USA. Asian Journal of Comm. 24(1): 60-78.

Saputra EA. 2017. Konten fotografi jurnalistik yang menjadi viral di internet. Jurnal Dekave Vol 10 No. 2.

Syah, Dahrul. Riset untuk

Mendayagunakan Potensi Lokal:

Pelajaran dari Industrialisasi Diversifikasi Pangan Diversifikasi pangan (Bogor; IPB Press 2009).

Widodo S. 2011. Implementasi Bela Negara untuk Mewujudkan

Nasionalisme. Jurnal CIVIS Vol.1 No 1.

Website

Hirvijarvi Fanny “Viral marketing and content forwarding on social media: Outlining the key factors behind viral content creation.”

https://www.theseus.fi/bitstream/ha ndle/10024/129869/ Diakses 5 Juni 2018.

Ray Sanchez “Venezuela: How paradise got lost” dalam

https://edition.cnn.com/2017/04/21/a mericas/venezuela-crisisexplained/index.html, 27 Juli 2017, diakses pada tgl 5 Mei 2018.

Lainnya

BKP, Penganekaragaman Pangan, (Jakarta: Badan Ketahanan Pangan, 2017).

Kementan, Outlook Komoditass Pertanian Sub Sektor Tanaman Pangan, (Jakarta: Kementerian Pertanian, 2016).

Kementan, Rencana Kerja Kementerian Pertanian. (Jakarta: Kementerian Pertanian 2016).

Kementan. Capaian Kinerja Pembangunan Pertanian 2014-2017, (Jakarta: Kementerian Pertanian, 2018).

Lesmana, Tjipta. 2017. Peran Strategis Pupuk bagi Ketahanan Pangan.

Majalah Wira Edisi Khusus 2017. Puskom Publik Kemhan.

Setiono KY. 2017. Bela Negara dalam Perspektif Strategi dan Kebijakan Pertahanan Negara. Majalah Wira Edisi Khusus 2017. Puskom Publik Kemhan.

TNP2K, 100 kabupaten/kota penanganan stunting, (Jakarta: Tim Nasional Percepatan Penanggulangan

Kemiskinan, 2017).




Flag Counter