MEMBANGUN KOMPONEN CADANGAN BERBASIS KEMAMPUAN BELA NEGARA SEBAGAI KEKUATAN PERTAHANAN INDONESIA MENGHADAPI ANCAMAN NIR-MILITER

Raden Mas Jerry Indrawan, Efriza Efriza

Abstract


Ancaman, Gangguan, Hambatan, dan Tantangan (AGHT) Indonesia di masa depan sangat bersifat nir-militer (non-konvensional). Paradigma pertahanan Indonesia jika hanya mengandalkan TNI sebagai kekuatan utama sudah seharusnya berubah. Berkurang secara drastisnya ancaman militer (konvensional) dari negara lain terhadap Indonesia, maupun ancaman sejenis di seluruh dunia, membuat kita harus berpikir ulang bagaimana rumusan yang paling tepat untuk strategi pertahanan Indonesia di era ancaman nir-militer seperti ini. Untuk itu, pembentukan komponen cadangan, yang sebelumnya sudah dilengkapi dengan kemampuan dan pengetahuan mumpuni tentang bela negara, perlu dipertimbangkan. Pertimbangannya adalah, pembentukan komponen cadangan ini dapat berguna sebagai elemen kekuatan pertahanan pendukung komponen utama, utamanya untuk menghadapi ancaman nir-militer. Penggunaan komponen cadangan tidak hanya dipersiapkan untuk perang, tetapi mempunyai fungsi utama membantu TNI menghadapi AGHT yang bersifat non-fisik (intangible). Tulisan ini akan membahas bagaimana komponen cadangan, sebagai bagian dari kekuatan pertahanan negara, menghadapi ancaman nir-militer di masa depan. Selain itu, tulisan ini juga melihat bahwa bela negara dapat menjadi bagian integral dalam upaya komponen cadangan mewujudkan hal tersebut.

Kata Kunci : bela negara, komponen cadangan, ancaman nir-militer, dan pertahanan negara


Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Buku

Holsti,Kalevi J. 1981. International Politics: A Framework of Analysis. New Delhi: Prentice Hall.

Indrawan, Jerry. 2015. Studi Strategi dan Keamanan. Depok: Nadi Pustaka.

Muradi. 2012. Dinamika Politik Pertahanan dan Keamanan di Indonesia: Memahami Masalah dan Kebijakan Politik Pertahanan dan Keamanan Era Reformasi. Bandung: Widya Padjadjaran.

Muradi (ed). 2013. Penataan Kebijakan Keamanan Nasional. Bandung: Dian

Cipta.

Samego,Indria (ed). 2001. Sistem Pertahanan– Keamanan Negara: Analisis Potensi dan Problem. Jakarta: The Habibie Center.

Sukadis, Beni dan Eric Hendra (ed). 2008. Total Defense and Military Conscript: Indonesia’s Experience and Other Democracies. Jakarta: LESPERSSI.

Tim Imparsial. 2008. Reformasi di Persimpangan: Rancangan Komponen Cadangan Pertahanan Negara. Jakarta: Imparsial.

Jurnal

Indrawan, Jerry. 2015. “Kepemimpinan Berbasis Pemberdayaan dalam Alih Teknologi: Sebuah Upaya Meningkatkan Kualitas SDM Pertahanan Indonesia”. Jurnal Pertahanan. Vol. 5. No. 1.

Samego, Indria. 2015. “Kontekstualisasi Sishaneg: Pemberdayaan Wilayah Pertahanan dalam Perspektif Perubahan”. Jurnal Pertahanan. Vol. 5. No. 1.

Website

Kemhan, “Pelibatan Seluruh Sumber Daya Nasional Perlu Diatur dalam Sebuah UU”, dalamhttp://dmc.kemhan.go.id/ post-pelibatan-seluruh-sumber-dayanasional-perlu-diatur-dalam-sebuah-uu. html, diakses pada 2 Juni 2018.

Kompas, “Pasal-Pasal Penting yang Anda Perlu Tahu dalam UU Antiterorisme”, dalam https://nasional.kompas.com/ read/2018/05/26/10190871/pasal-pasalpenting-yang-perlu-anda-tahu-dalamuu-antiterorisme?page=all, diakses pada 2 Juni 2018

Kricom, “TNI Dipercaya Mampu Tangani

Terorisme dari Darat, Laut, dan Udara”, dalam https://www.kricom.id/tnidipercaya-mampu-tangani-terorismedari-darat-laut-dan-udara, diakses pada 2 Juni 2018.

Yuksinau, “Bela Negara: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Manfaat”, dalam http://www. yuksinau.id/pengertian-tujuan-fungsimanfaat-bela-negara/, diakses pada 1 Juni 2018.




Flag Counter