DUKUNGAN KAMPANYE MILITER TERHADAP DIPLOMASI INDONESIA DI PERBATASAN DARAT INDONESIA – TIMOR LESTE

Nugraha Gumilar

Abstract


Abstrak - Sejak Timor –Timur (sekarang Timor Leste) memisahkan diri dari Republik Indonesia membawa dampak permasalahan eksodus masyarakat Timor Leste ke Indonesia dan perbatasan tentang penetapan delimitasi wilayah perbatasan kedua negara yang disebut daerah Un-resolved segment dan Un-Surveyed, sehingga keberadaan Satgas pasukan penjaga perbatasan (Satgas Pamtas) sangat penting sebagai bentuk kampanye militer untuk mendukung diplomasi Indonesia dalam menyelesaikan isu – isu tersebut. Postur, penempatan dan pelaksanaan tugas Satgas Pamtas dan Gelar pasukan di wilayah perbatasan menjadi hal yang penting untuk menjaga keamanan negara dan membangun saling percaya antara kedua negara. Dukungan alat peralatan yang memadai sangat dibutuhkan Satgas Pamtas, pada kegiatan sub meeting bidang keamanan joint border meeting peran Satgas pamtas menentukan regulasi pengawasan perbatasan bersama pihak Timor Leste dan menjamin daerah un-resolved dan un-surveyed bebas dari pengelolaan yang dapat menyebabkan timbulnya konflik. Dukungan kampanye militer dalam bentuk penjagaan dan penghentian pembangunan pada daerah konflik akan menjamin stabilitas wilayah sehingga penyelesaian secara diplomasi terkait sengketa perbatasan lebih mudah dilakukan.


Kata Kunci: Kampanye Militer, Diplomasi


Abstract – Since East Timor (now Timor Leste) secedes from Republik Indonesia, this brought the issues about Timor Leste people exodus to Indonesia and delimitation border area between the two countries, which called as unresolved segment and unsurveyed. Therefore, the existence of Border Guard Force (Satgas Pamtas) is very important as a form of military campaign to support Indonesia’s diplomacy in resolving those issues. Posture, placement and execution of Satgas Pamtas and troops deploying in border area become important matters to maintain national security and build mutual trust between the two countries. Adequate equipment support is needed by the Satgas Pamtas. At the sub-meeting in security field, joint border meeting, Satgas Pamtas’ roles are to determine the regulation of joint supervision in the border area and to ensure the unresolved and unsurveyed areas free from the management that can lead to conflict. Military campaign support in the form of guarding and development termination in conflict areas will ensure the stability of the region. Thus, diplomatic settlement of border disputes is easier to do.


Keywords: Military Campaign, Diplomacy


Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Buku

Barston, R. P, (1997). Modern Diplomacy. London: Longman

Bartholomees. J.B, (ed). (2010) The U.S. Army War College Guide to National Security Issues, Volume I: Theory of War and Strategy, 4th Ed., Carlisle, PA: Strategic Studies Institute, U.S. Army War College

Blanchard, J.M.F, (2005). Linking Border Disputes and War: An Institution-Statist Theory. Geopolitics Vol.10,Buzan. B (1991). People, State, And Fear ; A Agenda For Internasional Security Studies In The Post Cold Era 2nd edition. London : Harvester Whatsheaf.

Buzan. B., Weaver. O., dan Wilde. J.D. (1998). Security: A New Framwork for Analysis. London: Lynne Rienner.

Cerami. J.R, dan Holcomb. J. F. (ed) (2001). U.S. Army War College Guide To Strategy. diakses melalui

Cresswell, J.W. (2011). Educational Research Planning, Conducting, and Evaluating Quantitative and Qualitative Research. Boston: Pearson.

Departemen Pertahanan Republik Indonesia. (2008). Buku Putih Pertahanan Indonesia 2008. Jakarta: Departemen Pertahanan Republik Indonesia.

Dinas Sejarah Angkatan Darat. (2012). Peranan TNI AD Dalam Pengamanan Perbatasan NKRI. Bandung: DISJARAHAD

Ganewati, W. et all. (2009) Keamanan di Perbatasan Indonesia-Timor Leste. Pustaka Pelajar: Yogyakarta.

H.G. Brauch et al. (ed). (2011). Coping with Global Environmental Change, Disasters and Security. Berlin: Springer-Verlag

Irawan, P (2006). Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: Departemen Ilmu Administrasi FISIP UI

Liebenberg, E. et all (ed) (2012). History of Cartography: International Symposium of the ICA 2012. Heidelberg: Springer

Sarwono, J. (2014). Strategi Melakukan Riset Kuantitatif, Kualitatif Gabungan. Yogyakarta: Penerbit Andi

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kombinasi. Bandung: Alfabeta

Sujarweni. V.W. (2014). Metodologi Penelitian Lengkap Praktis dan Mudah Dipahami. Yogyakarta: Pustaka Baru Press

Jurnal

Kolne, Y. Implementasi Perjanjian Perbatasan RI – RDTL dalam Upaya Penyelesaian Masalah Perbatasan (Studi Kasus di Kabupaten TTU – RI dengan Distrik Oecusse-RDTL). Jurnal POLITIKA, Vol. 5, No. 1, Oktober 2014

Rachmawati. I, dan Fauzan. Problem Diplomasi Perbatasan dalam Tata Kelola Perbatasan Indonesia-Malaysia. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Vol.16, No. 2, November 2012 (95-186). ISSN 1410-4946.

Sai, S.S. Aspek Geodetik Penegasan Batas Darat Indonesia dan Papua New Guinea: Status dan Permasalahannnya. Jurnal PROC. ITB Sains & Tek. Vol. 37 A, No. 2, 2005, 131-154.

Skripsi dan Tesis

Hardianto, B.C. (2012). Strategi Operasi Keamanan Perbatasan Darat dalam Menjaga Kedaulatan Negara di Perbatasan Propinsi Kalimantan Barat (Kajian tentang Aspek Pengorganisasian Satgas Pamtas 2005-2010). Tesis. Jakarta: Universitas Pertahanan Indonesia.

Leao, F.M. (2012). Pengaruh Kemerdekaan Republica Democratica Timor Leste Terhadap Pengelolaan Wilayah Perbatasan dengan Negara KesatuanRepublik Indonesia. Tesis. Yogyakarta: Universitas Atmajaya.

Lopes, D. (2013). Formulasi Kebijakan Border Pass di Perbatasan Republik Demokratik Timor Leste dan Republik Indonesia dalam Pencegahan Illegal Border Crossing. Tesis. Bandung: Universitas Padjajaran

Matondang, S.G. (2013). Gelar Kekuatan Operasi Pengamanan Perbatasan Papua Sektor Utara (Studi Kasus pada Operasi Pengamanan Perbatasan yang Dilaksanakan oleh Detasemen Sandha Pengaman Perbatasan Papua Sektor Utara Kopassus Tahun 2009-2013. Tesis. Jakarta: Universitas Pertahanan Indonesia

Puspitasari. Y. (2013). Upaya Indonesia dalam Menangani Masalah Keamanan Perbatasan dengan Timor Leste pada Periode 2002-2012. Skripsi. Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah.

Siswanto, B. (2013). Strategi Pertahanan di Wilayah Perbatasan Kesatuan Republik Indonesia dengan Republik Demokratik Timor Leste: Gelar Kekuatan TNI AD di Kabupaten Belu Tahun 2010-2012. Tesis. Jakarta: Universitas Pertahanan Indonesia

Dokumen Resmi

Korem 161. 2015. Materi Paparan Danrem 161 Wira Sakti Tentang Kondisi Wilayah Korem 161 Wira Sakti. Disampaikan Pada Acara Penyambutan Peserta KKDN/Hanwil Pasis Dikreg XLII Sesko TNI, Kupang 3 Agustus 2015

Satgas Pamtas RI-RDTL. Laporan Perkembangan Wilayah Sengketa Satgas Pamtas RI-RDTL Sektor Barat Ta. 2015. September 2015

Sekolah Staf dan Komando TNI. (2012). Naskah Departemen Tentang Kampanye Militer. Markas Besar Tentara Nasional Indonesia.

Pasi Operasi Satgas Pamtas Sektor Barat (2015). Hal-hal yang Menonjol pada Daerah Sengketa. Dokumen Mako Satgas Pamtas Sektor Barat

Majalah

NN. (2011). Postur Pertahanan Indonesia di Wilayah Perbatasan Timor-Leste. Mahein Nia Hanoin no. 1, Edisi 11 Mei 2011.

Utami, Y. (2011). Arsip Jaga Kedaulatan NKRI. Majalah Arsip. Edisi 56.

Undang-Undang

Republik Indonesia, Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 Tentang Tentara Nasional Indonesia.

Makalah

Antariksa. A.Y. (2014). Mengenal Pengkajian Strategik, Metodologi Penelitian Ilmiah Serta Pemanfaatannya Dalam Pengkajian Strategik Di Lemhannas RI. Makalah Portal Lemhannas RI 2014. H. diakses melalui




DOI: http://dx.doi.org/10.33172/jpbh.v7i2.212

Article Metrics

Abstract view : 364 times
PDF - 268 times

Copyright (c) 2017 Jurnal Pertahanan & Bela Negara

View My StatCounter